26.1 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022

Buy now

Dewan Pers, Aji, PWI., dan IJTI datangi Mapolda Jatim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Adanya keterlibatan oknum wartawan pada kasus pungutan liar di desa Selok Awar-Awar. Membuat Dewan Pers, PWI Jatim, AJI Jatim, dan IJTI Jatim ini mendatangi Polda Jatim. Hal itu dilakukan guna untuk bertemu dengan Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji.

Suasana pertemuan unsur media dengan Kapolda Jatim
Pertemuan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Hal ini dilakukan untuk menanyakan tentang beberapa hal, termasuk keterlibatan wartawan dalam kasus tambang ilegal desa Selok Awar-Awar.

“Ada beberapa yang perlu dipertanyakan dari Dewan Pers, IJTI, AJI, dan PWI,“ ungkapnya, kemarin (22/10/15)

Dalam petemuan yang diadakan di dalam ruang tamu Mapolda Jatim ini, Dewan Pers menanyakan tentang keterlibatan oknum wartawan yang diduga menerima dan melakukan pungutan liar.

“Dalam hal ini kita berpesan kepada Kapolda untuk menindak siapa pun oknum wartawan yang terlibat dalam kasus petambangan,” ucap Wakil Ketua Pengaduan Dewan Pers, Imam Wahyudi.

Ia menilai dengan adanya keterlibatan oknum wartawan tersebut akan mencederai profesi wartawan yang melakukan peliputan.

“Kami tidak ingin dengan adanya kasus ini dapat mengganggu kerja wartawa lain, seperti di Lumajang,” kata Imam.

Meskipun begitu, Kapolda Jatim tidak meberikan nama-nama detail serta dari media mana saja yang diduga menerima uang dari Kepala Desa (Kades) Selok Awar-awar, Hariyono.

“Kapolda menyerahkan itu semua kepada kita, dan wartawan di Lumajang untuk menelusuri wartawan yang terlibat,” ungkap Imam.

Imam meminta kepada Kapolda Jatim untuk menindak tegas kepada wartawan yang terlibat dalam kasus pemerasan. Hal ini dilakukan guna membuat profesi wartawan tetap profesional.

“Siapa pun, terutapa wartawan abal-abal, itu harus ditindak tegas, karena itu sudah mencederai profesionalisme kerja wartawan,” ujarnya.

Selain menanyakan keterlibatan oknum wartwan yang melakukan pungutan liar di Selok Awar-Awar, Lumajang. Dewan Pers juga menanyakan perkembangan kasus yang menewaskan Heriyanto, wartawan Delta Pos yang tewas pada tahun 2006 lalu.

“Ini kita lakukan lantaran Unisco sempat menanyakan dengan memberikan surat langsung ke kita untuk menanyakan ke Polda Jatim,” ucapnya. (KS2/red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles