Diancam Akan Dibunuh, Tiga Wartawan TV Lapor ke Polda

SURABAYA (Kabarsurabaya.com) Kasus tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, berbuntut panjang dan teror pada wartawan yang memberitakannya. Hal itu dialami tiga wartawan dari media lokal dan nasional yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang.

Tiga orang wartawan televisi lokal maupun nasional mendapatkan ancaman teror berupa SMS dari orang yang tidak dikenal. Tiga wartawan itu adalah Achmad Arief yang merupakan wartawan JTV, Wawan Sugiarto yang merupakan Kontributor Tv One, dan Abdul Rohmad yang merupakan kontributor Kompas TV.

Ketiganya mengaku mendapatkan SMS dengan nada ancaman yang sama. “Dalam SMS itu pelaku mengancam akan membondet rumah saya, atau bahkan mereka akan membunuh saya,” kata Rohmad, Jumat (6/11/15) malam usai membuat laporan di SPKT Polda Jatim.

Ketiganya mengaku tak mengenal orang yang mengirimkan SMS yang bernada teror tersebut. Sementara itu Wawan Sugiarto mengatakan dari pesan singkat yang dikirimkan diduga pelakunya seorang preman.

“Karena dari pesan itu mereka mengakunya dari dari Tim 32, jika disana tim 32 itu adalah seorang preman,” ungkap Iwan panggilan akrabnya.

Setelah mendapatkan SMS tersebut, Ketiganya sempat berkonsultasi dengan perusahaannya. Dari sana mereka bertiga sepakat langsung melaporkan ke polisi.

“Namun dalam SMS itu mereka mengancam akan membunuh kami jika berani melaporkan ke Polsek Maupun ke Polres, maka kita putuskan untuk melaporkan ke Polda Jatim,” kata Iwan.

Iwan berharap polisi dapat segera menangkap tersangka teror tersebut. Menurutnya hal itu membuat keresahan dirinya dan juga keluarga ketiga wartawan tersebut. “Saya mengkhawatirkan keluarga saya yang ada di Lumajang, jadi berharap ada perlindungan dari Polisi,” pungkasnya. (KS2/RED)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights