2.4 C
New York
Minggu, Januari 10, 2021

Buy now

Dua Pengusaha Dilaporkan Polda Jatim




SURABAYA (kabarsurabaya.com)- Dua pengusaha asal Jalan Dharmahusada Indah Utara Surabaya, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

Pelapor

Keduanya dilaporkan atas perkara penipuan atau penggelapan emas 24 karat batangan seberat 7 kg.

Kedua pengusaha yang dilaporkan adalah Sonny Ongkohardjo dan Hengky Ongkojoyo.



“Laporan ke Polda ini saya lakukan karena saya merasa ditipu. Pembayaran hutang sebanyak 7 kg emas tidak diakui,” ujar Tan Iman Maulana, selaku terlapor, kemarin. (31/3).

Laporan itu seperti yang tertuang dalam laporan nomer TBI /488/2015/UM/SPKT tertanggal 26 Maret 2015.

Dimana kedua terlapor telah dilaporkan melakukan dugaan perkara penipuan dan atau penggelapan pasal 378 dan atau pasal 372. Dan laporan ini akan ditindak lanjuti oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Sebenarnya antara pelapor dengan terlapor awalnya adalah mitra bisnis. Dimana pelapor pernah berhutang modal usaha kepada Sonny Ongkohardjo senilai sekitar Rp 2 miliar di 2006 silam. Dana itu digunakan untuk bisnis properti bersama Hengky Ongkojoyo yang tak lain adalah anak Sonny Ongkohardjo.

Dalam perjalanan bisnis, usaha properti yang dijalankan terlapor menemui hambatan.

“Karena tidak ada uang tunai pembayaran hutang modal usaha saya bayar pakai emas sebanyak 7 kg,” terangnya.

Tidak diakuinya pembayaran hutang itu setelah dirinya mendapatkan somasi untuk melunasi hutang.

Dimana pembayaran hutang ternyata ditagih dengan nilai awal hutang sekitar Rp 2 miliar.
Tentu saja pelapor tidak mau membayar seluruh hutang karena telah membayar separuh hutangnya dengan emas.

Karena tak mau membayar penuh, terlapor melaporkan ke Polrestabes Surabaya dan ditindak lanjuti sampai proses hukum.

Hingga akhirnya pelapor divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

Ketika itu pelapor yang kurang faham hukum pasrah pada pengacara, dan tidak sempat melakukan perlawanan termasuk menunjukkan bukti kwitansi asli penerimaan pembayaran hutang berupa emas 7 kg.

Baru setelah keluar penjara, kini dirinya balik melaporkan kedua pelapor ke Polda Jatim.

Hal itu dilakukan karena selama ini merasa dizholimi dan sudah membayar hutang.

“Saya berharap agar laporan ini bisa diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” pungkasnya. (red)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles