Empat Tahun Kasus Penipuan Berlian Rp 39 M Baru P21

Roy menunjukan foto tersangka

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Berkas perkara penipuan dan penggelapaan perhiasan senilai Rp 39,7 miliar dengan tersangka Ida Fandayani (69) alias Cong Fang, dinyatakan sempuran (P21) pihak kejaksaan. Namun pihak penyidik Sat Reskrim Polrestabes belum bisa menyerahkan tahap II.

Sebab penyidikan belum bisa mendatangkan tersangka yang tinggal di Jalan Raya Darmo Husada Indah, meski sudah melayangkan panggilan kedua. Hal itu membuat korban, Mariana Tanubrata (70), mempertanyakan tentang penanganan kasus yang sudah ngendon selama 4 tahun tersebut.

Roy menunjukan foto tersangkaPerempuan tinggal di Jalan Mojoklangru Wetan ini berharap kasus yang dilaporkan ini, tidak berkepanjangan dalam penanganannya.
Menurut keterangan korban jika dirinya sudah kenal akrab dengan tersangka, dan pada tahun 2011 dirinya meminta tolong tersangka untuk menjualkan berlian miliknya.

Namun setelah perhiasan sebanyaka 10 item itu diserahkan, ternyata tidak ada kepastian kapan pembayaran. Karena hanya mendapat janji, pada tahun 2012, tersangka dilaporkan ke Polda Jatim.

“Kasis itu dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya, setelah itu dia (tersangka) ditahan. Tapi hanya dua malam saja, kemudian dikeluarkan katanya sakit dan harus dirawat inap, selanjutnya tidak ada penahan lagi. Setiap saya tanyakan katanya masih kasusnya penyidikan,” terang korban saat didampingi pengacaranya, Roy Tirto Husodo.

Setelah penanganan berlika-liku dalam perjalanannya, akhirnya pihak kejaksaan menyatakann P21 pada 27 April 2016. Hal itu korban sempat bernafas lega karena kasusnya berlanjut, tapi hanya sesaat saja, karena tersangka tidak bisa dihadirkan untuk diserahkan ke Korps Adhiyaksa.

“Kami harus menunggu lagi, karena tersangkanya belum ditangkap. Lalu kami harus menunggu sampai kapan lagi, sebab kasus ini tidak lagi hitungan bulan, tapi sampai tahun bergulir,” imbuh pengacara korban sambil menunjukan foto tersangka.

Sedangkan menurut Kanit VC (Vice Control), Ipda Agung Kurnia Putra, saat dikonfirmasi menjelaskan jika untuk panggilan pertama, tersangka tidak hadir. Kemudian dilayangkan panggilan kedua, namun yang dating surat keterangan tersangka sakit. Sedangkan untuk panggilan ke tiga, pihaknya belum bisa melakukan jemput paksa.

“Selain surat keterangan sakit, pihak tersangka juga memberikan surat jika perkara ini diajukan untuk prapradilan. Sehingga kami masih menunggu hasil putusan sidang tersebut untuk langkah selanjutnya,” ujar Ipda Agung. (Ks/red)

Leave a Reply