5.1 C
New York
Jumat, Desember 2, 2022

Buy now

Gelapkan Akik Rp 411 Juta Dituntut 2,5 Tahun

SURABAYA (Kabarsurabaya.com) Gara gara menggelapkan batu akik senilai Rp 411 juta, Eva Medina Sutadini kini hanya dapat tertunduk lemas. Hal itu setelah jaksa penuntut umu (JPU) Sri Rahmawati menuntut 2,5 tahun kurungan penjara.

Eva Medina harus duduk dikursi pesakitan setelah melakukan penggelapan Batu Akik seharga Rp 411 juta milik Agung Hadi.
Dalam tuntutan itu terdakwa terbukti melanggar pasal 372 KUHP tentang penggelapan yang dilakukan oleh terdakwa Evi Medina.

“Dari saksi yang dihadirkan kedalam persidangan maka terdakwa terbukti melanggar pasal 372 KUHP dengan hukuman 2,5 tahun kurungan penjara,” kata Sri Rahmawati, Senin (14/12/15).

Sementara itu, Mamad Muwadzib, kuasa hukum terdakwa keberatan dengan tuntutan jaksa. Menurut dia, tuntutan jaksa tidak sesuai dengan fakta yang terungkap dalam sidang. ”Saya masukkan ke dalam pembelaan saya,” jelasnya.

Perbuatan tersebut dilakukan Eva ketika ada event Pameran Batu Mulia di Sentra Ikan Bulak Kenjeran Piala Wali Kota Surabaya pada 11 – 15 Juni 2015. Dalam ajang tersebut, korban Agung Hadi memajang koleksinya. Terdakwa datang dan mengatakan bahwa ada pejabat yang tertarik dengan koleksinya.

Pada 26 Juni 2015, korban mengantarkan batu jenis Bulu Macan (empat buah), liontin jenis Labrador (satu buah), dan batu mulia jenis Pietersite. Menurut jaksa, semuanya senilai Rp 350 juta. Terdakwa berjanji segera mentransfer setelah menerima pembayaran dari pembelinya.

Penyerahan batu akik tidak itu saja. Tiga hari kemudian, korban menyerahkan lagi batu jenis Bulu Macan (delapan buah) dan batu jenis Jahanam Papua (tiga buah), batu jenis Pietersite (14 buah), dan Panca Warna Garut (1 buah).

Sejak itu, korban kembali menyerahkan sejumlah koleksi akiknya kepada terdakwa. Jenisnya beragam. Ada yang Lavender, Raflesia Bengkulu, Kalimaya, Teratai, Biduri Laut, dan lainnya.

Hanya saja, setelah menerima penyerahan puluhan batu akik tersebut, terdakwa tidak menjualnya ke pejabat seperti yang dijanjikan sebelumnya. Batu-batu itu dijual ke toko perhiasan di sebuah mal di kawasan Utara seharga Rp 9 juta dan ke saksi Pungki sebesar Rp 22,15 juta.

Hasil penjualan akik itu pun tidak diserahkan kepada korban. Terdakwa malah menggunakan uang tersebut untuk belanja sehari-hari. Kasus itu pun dilaporkan ke polisi. Akibat perbuatan terdakwa, korban merasa dirugikan sebesar Rp 411 juta.(KS2/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,590PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles