10.6 C
New York
Selasa, November 29, 2022

Buy now

Polisi Gerebek Rumah Pengepul Satwa Kering Dilindungi

*Temukan Sisik dan Daging Penyu, Kuda Laut Hingga Tanduk Rusa

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Subdit I Dit Tipidter Bareskrim Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggerebek sebuah rumah yang digunakan sebagai pengepul hasil laut di Jalan Gresik Gadukan, Krembangan Surabaya Rabu (21/10/15). Penggerebekan dilakukan polisi karena di rumah itu diindikasikan jadi gudang penyimpanan satwa kering.

Kapolres pelabuhan tanjung perak akbp arnapi dan menteri lingkungan hidup siti nurbaya saat menunjukkan barang bukti berupa sisik penyu
Saat di razia polisi mengamankan beberapa satwa kering yang dilindungi seperti 345 kg Sisik penyu, 70 kg Daging Penyu, 80 ekor Kuda Laut Hingga 82 Tanduk Rusa kering. Tidak hanya itu polisi juga mengamankan pemilik rumah yakni Abdul Rahman Assegaf (61) warga Jalan Manukan Kulon, Tandes Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi menjelaskan penggerebekan rumah tersebut dilakukan setelah Penyidik dari Bareskrim memperoleh informasi adanya satwa kering yang dikirim dari luar Jawa menuju ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Setelah mendapat informasi tersebut, penyidik Bareskrim lantas melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk mencari satwa kering tersebut.

“Setelah itu kami bersama tim dari Bareskrim Polri lantas melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan tersebut. Beberapa hari kita selidiki akhirnya kami mendapat informasi bahwa satwa tersebut di kirim ke sebuah rumah di daerah Krembangan,” ungkapnya kemarin (22/10/15)

Arnapi menambahkan Setelah mendapatkan informasi tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikian lebih lanjut hingga akhirnya berhasil memperoleh lokasi rumah yang dimaksud, yakni rumah milik AR yang berada di Jalan Gresik Gadukan, Surabaya.

“Setelah itu kami langsung melakukan penggrebekan di rumah yang biasanya digunakan untuk mengepul hasil laut berupa tripang, namun setelah kami periksa kami menemukan beberapa jenis satwa laut kering yang dilindungi,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan setelah melakukan penggerebekan, polisi lantas mengamankan barang bukti berupa 345 kg Sisik penyu, 70 kg Daging Penyu, 80 ekor Kuda Laut Hingga 82 Tanduk Rusa kering. Selain itu, polisi juga mengamankan pemilik rumah yakni Abdul Rahman untuk dimintai keterangan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut Arnapi beradasarkan pengakuan tersangka berbagai satwa kering tersebut dikirim dari beberapa wilayah di luar jawa. Menurutnya untuk Sisik Penyu, Abdul mendatangkannya dari Ambon dan Sorong, sementara untuk daging penyu, didatangkan dari Bima kemudian untuk Tanduk Rusa dikirim dari NTT. Semantara untuk Kuda laut kering, Abdul membelinya dari lokal dengan dibantu para nelayan di Jatim.

Perwira polisi dengan dua melati dipundaknya tersebut juga menjelaskan masing-masing satwa kering tersebut dibeli dan dijual dengan harga yang berbeda. Misal, untuk sisik penyu, Abdul membeli perkilonya dengan harga Rp 3,6 juta. Dan dijual lagi dengan harga Rp jutaan per kilo. Sementara itu, untuk daging perkilonya dibeli dengan harga 70 ribu, kemudian ia jual kembali dengan harga Rp 125 ribu.

“Untuk tanduk biasanya tersangka membeli dengan harga Rp100 ribu per kilonya, kemudian ia jual kembali dengan harga Rp 120 ribu,” urainya.

Sementara harga yang paling mahal ialah kuda laut kering, tersangka menjualnya dengan harga Rp 6,3 juta perkilonya dengan harga belinya sekitar Rp 6 juta. Pasca kejadian itu kini polisi terus mencari pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut. (ks3/red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,587PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles