Henry J Gunawan Merasa Jadi Korban Kriminalisasi soal Status Perkawinannya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Merasa jadi korban kriminalisasi soal status perkawinannya, Henry J Gunawan melalui kuasa hukumnya, Masbuhin, mencoba melawan ketidakbenaran yang disangkakan pada dirinya.

Kuasa hukum Henry J Gunawan, Masbuhin menilai, sejak kasus ini bergulir di kepolisian, hingga Henry J Gunawan dan isterinya ditahan di Rutan kelas I Surabaya sejak tanggal 19 September 2019 lalu, terlihat banyak kejanggalan dan tidak masuk akal.

“Jadi wajar kalau kemudian kami menilai ada unsur kesengajaan yang memang sengaja dibuat untuk menjerat client kami,” terangnya pada awak media di Surabaya, Senin (30/9/2019).

Henry J Gunawan Merasa Jadi Korban Kriminalisasi soal Status Perkawinannya

Masih menurut Masbuhin, Henry dan isterinya yang dituding melakukan perbuatan sebagaimana dalam Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP ini jelas menyimpang dan tidak nyambung.

Bukan saja karena memang keduanya merupakan benar-benar sebagai pasangan suami isteri yang sah sejak tahun 1998 dan telah dikarunia tiga orang anak, tetapi dalam kasus yang disangkakan ini ternyata bukan pada persoalan isi kebenaran Akta Notaris (Akta Pengakuan hutang, red), tetapi hanya frase kata “suami dan isteri”, yang tidak ada hubungannya dengan maksud dibuatnya Akta Notaris tersebut.

“Apalagi pelapornya juga tidak ada hubungannya dengan status suami-isteri Henry J Gunawan dengan Iuneke Anggraini, atau tidak memiliki legal standing yang menyebabkan pelapor rugi dengan perkawinan yang terjadi antara Henry J Gunawan dan isterinya, sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 266 ayat (1) KUHP tersebut,” tambah Masbuhin.

Jadi antara Pasal yang kenakan dengan perbuatan yang disangkakan atau didakwakan, menurut Masbuhin, sama sekali gak ada hubungannya atau tidak nyambung.

“Belum lagi kalau dilihat adanya permintaan dari hakim AR untuk kembali menjadi anggota majelis yang akan memeriksa dan mengadili Henry J Gunawan serta istrinya, dalam sidang kasus suami istri ini nanti. Jelas disini ada sesuatu yang disembunyikan,” lanjutnya.

Dalam penjelasannya pada awak media, Masbuhin juga menekankan peran hakim AR yang sepertinya memang berusaha untuk ditempatkan dalam setiap kasus Henry J Gunawan, karena sebelumnya, hakim AR juga pernah menjadi Ketua Majelis Hakim dalam sidang kasus Pasar Turi saat kliennya menjadi terdakwa pada tahun 2018 lalu, yang menghasilkan keputusan kontroversi.

“Karena itu kami sudah melayangkan protes kepada Ketua PN Surabaya, dan meminta untuk tidak memasukkan hakim AR dalam formasi majelis hakim yang akan pemeriksaan dan menyidangkan kasus klien kami,” pungkasnya. (men)

Leave a Reply