Jadi Bandar Sabu, Wanita Asal Sidoarjo Divonis 10 Tahun

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Syarifah, 52, warga jalan Geluran, Taman Sidoarjo yang merupakan bandar narkotika jenis sabu divonis dengan 10 tahun kurungan penjara. Syarifah kedapatan membawa narkotika jenis Sabu seberat 62,46 gram, yang ia sembunyikan didalam kamar kosnya.

Terdakwa saat mendengarkan putusan

Sidang yang diadakan di Ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, ini, Hakim Wahyono membacakan vonis terhadap Syarifah.

“Terdakwa telah terbukti secara sah, dan meyakinkan memiliki atau mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 62,46 gram, sehingga terdakwa melanggar pasal 114 KUHP, dan pasal 112 KUHP tentang narkotika. Dengan ini terdakwa akan dijatuhi hukuman 10 tahun kurungan penjara,” ucap Wahyono, kemarin (22/10/15).

Putusan yang dikeluarkan oleh hakim ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Putu Sudarsana yang menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara.

“Pak saya mohon dapat keringan hukuman, karena anak saya masih kecil-kecil di Jombang, dan ayahnya juga sudah meninggal pak,” kata Syarifah.

Meskipun begitu, terdakwa Syarifah langsung menyetujui putusan yang dikeluarkan Hakim tersebut. “Saya menerima dengan putusan ini yang dikeluarkan hakim, dan terdakwa sendiri menerima, jadi saya juga menerima keputusan tersebut,” ucap JPU, Putu Sudarsana.

Kasus ini bermula 23 Mei, saat itu Ditreskoba Polda Jatim, terlebih dulu menangkap salah satu pengguna sabu, Nanang Hidayat di samping perumahan taman Regency. Saat ditangkap, Nanang mengaku barang tersebut dari Syarifah yang ngekos di jalan Geluruan.

Seketika itu juga polisi langsung menggrebek Syarifah yang saat itu ada ddalam kamar kos. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 11 poket narkotika jenis sabu dengan berat 62,46 gram. (KS2)

Leave a Reply