Kasus Perampasan, Posisi Pengacara Peter Kian Tersudut

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pengacara Peter Manuputy, Warga Dinoyo Surabaya ini harus kembali didudukkan ke muka persidangan untuk menjalani sidang lanjutan  perampasan mobil dan Hand Phone milik korban Lily saat menagih hutang.

Pieter Manuputy (terdakwa) dan Lily Yunita (korban perampasan)

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum (jpu) Suseno dari Kejari Surabaya mendatangkan saksi korban Lily dihadapan majelis hakim, yang diketuai Hakim Zainur.

Dalam keterangannya, Lily menyebut kronologis hingga dia melaporkan advokat peter ke polisi. Menurut Lily, perkara ini berawal dari hutang piutang antara dirinya dengan Intan sebesar Rp 5 miliar. Selama ini lanjut Lily, dia membayar dengan cara mengangsur yakni Rp 300 juta/bulan. Hingga suatu ketika, dia telat membayar angsuran ke Intan dan meminta waktu sampai bulan Mei.

“Selama ini komunikasi saya dengan Intan sangat baik.Saya meminta waktu sampai bulan lima untuk kembali membayar hutang, ” ujar Lily.

Hingga pada akhirnya Lily dibuat kaget dengan kedatangan terdakwa Peter dan kawan-kawannya yakni Intan Meitudina, Ardon, Ethen dan Ibent (DPO) dan lainnya yang mencapai 30 orang ke apartemennya di Water Palace.

Sesampai di ruangan saksi, Peter bersama ketiga temannya itu langsung marah-marah dan mengaku sebagai suruhan seseorang untuk menagih korban.

Peter meminta korban untuk menyerahkan uang sebesar Rp 5 milyar.dengan dalih sebagai pembayaran hutang korban kepada seseorang yang dianggap bos oleh Peter.

“Saya ditanya punya hutang berapa dengan Intan, ya saya jawab Rp 5 miliar dan saya sudah jelaskan bahwa saya selama ini sudah mengangsur dan meminta waktu sampai bulan lima untuk melakukan pembayaran,” ujar saksi.

Argumentasi yang dikeluarkan Lily, makin menyulut kemarahan Peter dan teman-temannya. Tak ayal, Peter pun membentak-bentak korban serta menyebutnya sebagai pelacur dan anjing.

Tindak perampasan terjadi ketika Peter Cs turun menuju lantai 1 apartemen. Mereka berpapasan dengan Bambang, sopir saksi yang kebetulan sedang memegang kunci mobil Mazda nopol L 1913 YD milik saksi Lily.

Kemudian Peter memerintahkan teman-temannya untuk merampas kunci tersebut dari tangan Bambang. Tak hanya itu, teman-teman Peter juga merampas iPad yang ditenteng Bambang. Berhasil merampas kunci mobil, akhirnya mereka membawa mobil dan iPad milik korban menuju sebuah Fast Food di Supermall Pakuwon. (EP)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights