Kejati Jatim tetapkan Ketua Kadin Jatim sebagai tersangka

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprintdik) baru dengan nama tersangka LMN yang merupakan ketua Kadin Jatim. Sprintdik baru ini dikeluarkan Kejati Jatim tanggal 10 Maret 2016, dengan nomor 256/0.5/Fd.1/03/2016 yang telah ditanda tanganin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, E.S Marulli Hutagalung, Rabu (16/3/2015).

Kejati Jatim tetapkan Ketua Kadin Jatim sebagai tersangka

Keputusan itu dibacakan langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, I Made Suarnawan, yang mengatakan penetapan ini terkait kasus penyimpangan dana hibah Kadin Jatim yang digunakan untuk pembeliaan saham Initial Public Offering (IPO) pada Bank Jatim. Yang diperkirakan merugikan Negara sebesar Rp 5 miliar.

“Sprindik baru telah kami keluarkan dengan nomor 256/0.5/Fd.1/03/2016 atas nama tersangka berinisial LMN yang merupakan ketua Kadin Jatim,” ucapnya.

Suarnawan mengatakan penyidik Kejati Jatim telah memiliki dua alat bukti yang kuat dengan penetapan tersangka ini. Dan hal ini yang menguatkan Kejati Jatim untuk menetapakan ketua Kadin Jatim sebagai tersangka.

“Kami sudah memiliki dua alat bukti yang membuat kasus ini tetap lanjut, meskipun dalam penyidikan umum kemarin kami kalah di pra peradilan,” tuturnya.

Saat ditanya jika tersangka ini mengajukan pra peradilan kembali, Suarnawan menegaskan Kejati Jatim siap kapan pun.

“Itu upaya yang mereka lakukan kami akan siap, apa pun hasilnya nanti,” kata Aspidsus.

Suarnawan menambahkan, selama penyidikan, Kejati Jatim telah sebanyak 3 kali melakkan pemanggilan kepada tersangka LMN. Namun tersangika tidak hadir dalam pemeriksaan tersebut.

“Ini menandakan dirinya tidak menghormati hukum yang telah kami tetapkan. Karena itu dalam waktu dekat ini tersangka akan kami panggil lagi,” terangnya.

Saat ditanyakan terkait peran LMN sebagai ketua Kadin Jatim ini, Aspidsus enggan menananggapi. Hal itu lantaran masuk dalam bahan penyidikan Kejati Jatim.

“Sabar jangan tergesa-gesa karena itu masuk materi penyidikan kami tidak ingin menanggapi itu,” ucapnya.

Penyidik Kejati Jatim telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus pembelian saham IPO Bank Jatim yang menyeret Kadin Jatim. Diduga adanya penyelewengan dana Hibah sebesar Rp 5 miliar yang digunakan untuk memberli saham IPO Bank Jatim.

Namun dengan dugaan kuat adanya penyelewengan dana hibah itu, Diar Kusuma Puttra yang merupakan wakil Ketua Kadin Jatim ini langsung mengajukan pra Peradilan. Dalam pra peradilan itu, Kejati Jatim kalah lantaran tidak ada nama tersangka dalam sprindik tersebut. Sehingga Hakim langsung memutuskan jika Kasus ini ditutup. (EP)

Leave a Reply