La Nyala Menang Lagi, Kejati Keluarkan 2 Sprindik Baru Lagi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Seperti diberitakan, dalam siding praperadilan yang diajukan tersangka La Nyalla M Mattalitti terkait dengan dugaan korupsi pembelian saham IPO (Initial Public Offering) Bank Jatim, telah di terima oleh hakim tunggal Ferdinandus yang menyidangkan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Maruli Hutagalung keluarkan 2 sprindik baru buat La Nyalla Mattalitti

Dengan demikian, maka otomatis status tersangka yang disandang La Nyalla Mattalitti gugur demi hukum, dan surat perintah penyidikan Nomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 dari termohon tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Menanggapi hal ini, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Maruli Hutagalung, mengaku tidak kaget dan sudah menduga pihaknya akan kalah di praperadian atas penetapan tersangka Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla M Mattalitti.

“Dari awal kita sudah melihat hakim tunggal Ferdinandus, sudah miring dan condong pada pihak pemohon. Ini terlihat dari setiap kali persidangan, hakimnya selalu memihak pada pemohon. Dimana saat pemohon sudah selesai bertanya, dia tambahkan lagi,” ujar Maruli.

Dia juga menjelaskan, seharusnya hakim dapat menerima ketika Kejati Jawa Timur ingin menghadirkan saksi fakta, yang menurut Maruli bisa menjelaskan alat bukti yang dimiliki penyidik.

“Tapi kenapa ditolak oleh hakim ? Ya karena sudah sudah miring sejak awal tadi. Padahal waktu praperadilan sebelumnya soal kasus Lumajang, PT Garam, kita boleh kok mengajukan saksi fakta. Tapi kok yang ini ditolak,” pungkas Maruli.

Oleh karena itu, meski sudah resmi kalah di praperadilan PN Surabaya, Kajati menegaskan, pihaknya akan tetap maju terus dan bertekad membawa kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim bisa disidangkan di Pengadilan Tipikor.

“Kami mengkormati putusan hakim Ferdinandus dalam Praperadilan itu, meski kita akui pertimbangannya cukup aneh, karena sudah masuk materi perkara, karena hakim mengatakan tidak ada kerugian Negara. Ini kan sudah materi perkara. Harusnya yang dibahas sah tidaknya penetapan tersangka. Kami sudah mempunyai lebih dari dua alat bukti yakni 59 alat bukti. Tapi alat bukti yang kami ajukan tidak dipertimbangkan oleh hakim,” ujar Maruli dengan nada kecewa.

Karena itu pula, Kejati Jatim langsung menerbitkan sprindik baru bernomor Print-397/O.5/Fd.1/04/2016 tertanggal 12 April 2016 dalam kasus dugaan korupsi pembelian saham perdana Bank Jatim dari hibah Kadin setempat.

Dan di hari yang sama juga, Kejaksaan mengeluarkan surat penetapan tersangka atasnama La Nyalla Mattalitti bernomor Kep-31/O.5/Fd.1/04/2016 tertanggal sama.

Dengan munculnya sprindik baru ini, maka dipastikan status La Nyalla Mattalitti tetap jadi tersangka. (EP)

Leave a Reply