La Nyala Siap Hadir di Pengadilan Bila Praperadilan Ditolak

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham IPO Bank Jatim, La Nyala Mahmud Mattaliti memastikan tidak akan memenuhi panggilan kejaksaan tinggi (Kejati) hingga praperadilan yang diajukan ada keputusan pasti.

Satu kuasa hukum La Nyalla, Ahmad Riyadh saat memberikan penjelasan pada awak media di kantornya jalan Dinoyo Surabaya, Senin (28/3/2016)

“Kami menegaskan bahwa klien kami tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Jatim, sebelum proses praperadilan selesai diputuskan,” terang salah satu kuasa hukum La Nyalla, Ahmad Riyadh kepada awak media di kantornya jalan Dinoyo Surabaya, Senin (28/3/2016).

Riyadh juga menjelaskan bahwa kliennya sudah memenuhi kewajiban hukum, yakni menempuh upaya praperadilan guna menguji sah dan tidaknya putusan Kejati Jatim menetapkan dirinya sebagai tersangka, kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham IPO Bank Jatim.

“Upaya hukum ini kan untuk menguji keabsahan uji materi penetapan kliennya sebagai tersangka terkait kasus dana hibah Kadin Jatim tahun 2013. Nah kalau Pak La Nyalla datang ke Kejaksaan, itu sama artinya mementahkan dari praperadilan yang diajukannya sendiri,” tegas Riyadh.

Riyadh meminta waktu kepada Kejati Jatim agar memenuhi aturan hukum berdasarkan KUHAP, dan sedikit sabar hingga sidang praperadilan yang diajukan memiliki keputusan tetap, ditolak atau diterima.

“Sidang praperadilan itu kan cepat, karena hanya seminggu sudah harus diputus,” lanjut Riyadh.

Surat panggilan yang dilayangkan terhadap kliennya juga menurut Riyadh, telah menyalahi asas kepatutan dalam Pasal 227 dan 228 KUHAP, karena surat panggilan pertama dengan kedua jeda waktunya belum ada tiga hari.

“Karena surat panggilan kedua itu bersamaan dengan waktu klien saya adalah jadwal pemeriksaan. Sehingga ini melanggar asas kepatutan dalam aturan KUHAP,” ujar dia.

Menurutnya, jika dalam praperadilan yang rencananya akan digelar Rabu (30/3/2016) itu memang ditolak atau dimenangkan Kejati, maka kliennya akan memenuhi prosedur hukum yang semestinya.

“Kalau putusannya ditolak, artinya kan kasusnya akan berlanjut. Nah kalu itu keputusannya, Pak La Nyalla akan memenuhi panggilan Kejati untuk diperiksa penyidik,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply