Mantan Ketua LKMK Kalijudan Dituntut 18 Bulan Penjara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Edi Sofyan, mantan ketua LKMK Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo ini ditunut 18 bulan penjara. Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Ahmad Jaya, diruang siding Tirta 1 pengadilan negeri (PN) Surabaya, kemarin (9/11/15).

Dalam tuntutan itu terdakwa terbukti telah merugikan korban, serta sikap terbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya maka terdakwa ditunutut dengan hukuman 18 bulan penjara.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara, dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan,” kata Jaksa Ahmad Jaya.

Usai persidangan, Didit selaku pengacara terdakwa mengaku keberatan atas tuntutan jaksa. Pria berambut putih dan berkacamata itu mengaku memiliki target bebas dalam penanganan kasus ini.

“Target kami bebas, Karena dalam fakta persidangan, uang itu bukan untuk mengurus surat tapi untuk memindahkan Lurah Kalijudan,”ujarnya.

Seperti diketahui, perkara ini bermula dari adanya kerjasama pengurusan surat tanah antara Djaimun Waluyo dan terdakwa. Saat itu, terdakwa sanggup ngurus dengan biaya sebesar Rp 50 juta. Kesepakatan itu akhirnya dibayar dengan Bilyet Giro (BG) Bank BCA Nomor 260506 dan dicairkan pada 4 Agustus 2013 ke rekening terdakwa.

Hingga berjalan tiga tahun lamanya, surat-surat tersebut tak kunjung usai. Meski telah dua kali disomasi oleh saksi pelapor, Namun terdakwa tetap mokong dan tak mau menyelesaikan masalah ini hingga kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Surabaya pada Juli 2015 lalu.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Jaya, terdakwa Edi Sofyan didakwa melanggar pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan 372 KUHP tentang Penggelapan. (KS2/RED)

Leave a Reply