Penipu Rekrutmen Calon Bintara Mulai Disidangkan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Sidang perdana terdakwa Kusumaningtiyas, 29, warga jalan Gresik Morokrembangan, Krembangan ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Kurumaningtiyas hduduk dikursi pesakitan lantaran dirinya melakukan penipuan dengan modus dapat memasukkan menjadi bintara polisi.

Sidang yang pertama kalinya itu, jaksa penuntut umum (JPU), Andi Surya Perdana membacakan dakwaan terdakwa. Dalam dakwaan tersebut terdakwa telah melakukan penipuan dengan modus dapat memasukkan Erick Adi Surya untuk dapat lolos dalam tes kesehatan calon bintara polri di Polda Jatim.

Ilustrasi pengumuman penerimaan calon bintara Polri

“Dalam kasus ini terdakwa dengan sengaja meminta uang sebesar Rp 265 juta sebagai imbalan jika korban (Erick Adi Surya) lolos dalam tes tersebut,” katanya, kemarin (29/10/15).

Dalam aksinya terdakwa dibantu oleh Bobi yang saat ini masih buron untuk meyakinkan korbannya. Selain itu juga terdakwa juga mengaku sebagai anak kepala BNN yang dapat memasukkan seseorang menjadi anggota polisi.

“Namun saat korban tidak lolos dalam tes tersebut, terdakwa berbelit saat akan diminta uang tersebut kembali,” ucap Andi.

Kasus ini terjadi sekitar 26 Mei, saat itu Erick yang ingin masuk dan lolos menjadi Bintara Polisi ini meminta bantuan kepada M Khudori yang merupakan rekanan korban. Dengan keinginan tersebut Khudori menghubungi Sarko untuk mencarikan seseorang yang dapat membantu keponakannya masuk menjadi anggota polisi.

Sehingga sarko mencaoba menghubungi Bobi yang memang sempat mengenalkan jika dirinya bisa membantu memasukkan orang menjadi anggota polisi. Sehingga Sarko mencoba menghubungi Bobi dan mengatakan bisa dan mengajak bertemu dengan terdakwa Kusumaningtiyas di Rumah sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim.

Dalam pertemuan antara Sarko, M Khudori, dan Erick itu, terdakwa meminta uang imbalan sebesar Rp 265 juta untuk dapat memasukkan Erick menjadi polisi. Namun korban tidak membawa uang tersebut, sehingga dirinya pulang ke Bojonegoro untuk melaporkan ke ibunya Suratni.

Melihat keinginan anaknya yang besar Suratni menyetujui permintaan terdakwa namun dengan surat perjanjian jika gagal uang dapat kembali seratus persen. Sehingga terdakwa langsung mengirimkan uang tersebut selama tujuh tahap.

Namun sayang saat pengumuman, Erick gagal lolos menjadi calon bintara polisi. Sehingga Erick bersama Suratni menghubungi terdakwa, dirinya selalu menghindar, dan hanya menjanjikan. Hal ini yang membuat terdakwa langsung melaporkan kejadian ini ke Polisi Polrestabes Surabaya, dan berhasil menangkap terdakwa di rumahnya.

Dalam kasus ini terdakwa di jerat dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun kurungan penjara. Sehingga sidang tersebut dilanjutkan minggu depan dengan agenda keterangan terdakwa. (KS2/RED)

Leave a Reply