34 C
New York
Selasa, Agustus 9, 2022

Buy now

Penipuan Investasi Rumah Kembali Disidangkan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Sidang kasus penipuan berkedok investasi rumah dengan terdakwa, Irsyat Iffano, 49, warga jalan Puri Bantaran barat IV Malang, kemarin (27/10/15) kembali digelar, di pengadilan negeri (PN) Surabaya. Dalam sidang tersebut, Hakim Sudarwin mengagendakan mendengarkan keterangan saksi.

Terdakwa saat mengikuti jalannya persidangan
Selain itu Irsyat mengaku telah memiliki niat untuk mengembalikan uang tersebut kepada korban. Namun karena jumlah yang terlalu besar membuat dirinya kesulitan untuk memiliki uang mencapai Rp 1,5 miliar.

“Saya sebenarnya tidak memiliki niat untuk membawa kabur uang tersebut, saya juga ditipu oleh Denny dan Rudy Gunawan (DPO) yang membawa kabur uang tersebut,” katanya.

Dalam keterangannya, Irsyat tak mengenal dengan Denny dan Rudy Gunawan (DPO) yang kabur membawa uang Rp 1,5 miliar milik Dhika Firdian.

“Saya waktu itu hanya dikenalkan oleh Amudi Sitinjah (Terdakwa lain berkas terpisah), jadi saat itu dia mengaku sebagai panitia pelaksana proyek yayasan Jamsostek itu,” terangnya.

Namun dirinya mengaku secara sadar telah mempengaruhi korban (Dhika Firdian) untuk menginvestasikan uang sebesar Rp 1,5 miliar untuk investasi rumah.

“Saya memang yang memberikan usul kepada Dhika untuk menginvestasikan uangnya untuk Investasi itu,” ucap Irsyat.

Kasus ini terjadi sekitar tanggal 30 Desember 2014 lalu, saat itu terdakwa Irsyat menawarkan investasi rumah kepada Dhika Firdian. Dengan penawaran terasebut, Dhika tertarik dengan yang ditawarkan oleh terdakwa tersebut. Sehingga terdakwa meminta uang sebesar Rp2,5 miliar.

Namun korban tak memiliki uang yang diinginkan oleh terdakwa itu, namun Dhika menyetujui uang sebesar Rp 1,5 miliar. Hal itu langsung disetujui oleh terdakwa, dan langsung menghubungi Amudi Sitinjah yang langsung menghubungi Denny dan Rudy Gunawan untuk datang ke Surabaya.

Dalam pertemuan itu, terdakwa Irsyat, dan Amudi bersama korban janjian dengan Denny dan Rudy Gunawan di hotel Shangrila. Dalam pertemuan itu terdakwa Irsyat dan Amudi meminta korban untuk menunggu di lobi hotel. Namun setelah menunggu lama, Korban Dhika curiga dan memutuskan untuk pulang kembali ke Malang.

Keesokan harinya korban bertemu dengan terdakwa di jalan Sukarno Harta Malang. Disaat yang bersamaan pula korban meminta uangnya kembali, namun tidak dipenuhi oleh terdakwa, maka terdakwa langsung melaporkan kasus ini ke Polda Jatim.

Dengan kesaksian yang diberikan terdakwa, Hakim Sudarwin menunda sidang ini hingga minggu depan dengan agneda keterangan saksi korban. Sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Febriana Winda menjerat terdakwa dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara. (KS2/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles