Polda Jatim Limpahkan Kasus Penipuan Arisan Online Mobil dan Motor Ke Polres Malang

SURABAYA (Kabarsubaya.com) Banyaknya korban yang berdomisili di Malang, membuat Polda Jatim melimpahkan kasus Arisan Online yang mengiming-imingi mendapatkan motor, dan Mobil ke Polres Malang. Kasus ini sendiri dilaporkan ke Polda Jatim 26 oktober 2015, sekitar 1569 orang perserta melaporkan perusahaan PT Khubah Dunia Sukses (KDS) dengan pasal penipuan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Malang. Hal ini dilakukan banyaknya korban yang dari Malang membuat Polda Jatim melimpahkan kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim

“Selain itu perusahaan dan semua barang bukti ada dimalang, jadi setelah diteliti oleh Ditreskrimum langsung melimpahkan kasus ini ke Polres Malang,” katanya, kemarin (1/11/15).

Meskipun begitu, Argo tak menutup kemungkinan jika Polres Malang kesulitan dalam penyelidikan kasus ini membutuhkan backup dari dari Polda Jatim. “Polda sudah siap Backup, jika polres malang memang membutuhkan bantuan kami,” ucapnya.

Kasus ini mencuat setelah beberapa korban melaporkan PT KDS ini ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT), 26 Oktober 2015. Dalam Arisan ini dibuka oleh PT KDS mulai Januari 2014 untuk gelombang pertama. Sedangkan untuk gelombang kedua dimulai Agustus 2014 lewat cara online dengan mendaftar ke http://arisanmobilmotormurah.blogspot.co.id..

Setiap bulannya, peserta yang mengingikan mobil menyetorkan Rp 2 juta. Dalam perjanjian bermaterai, para peserta bebas memilih mobil yang diinginkan. Namun, peserta harus membayar down payment (DP) Rp 10 juta dan setiap bulannya harus membayar sekitar Rp 5 juta.

Sedangkan untuk peserta yang menginginkan motor cukup bayar Rp 300 ribu setiap bulan dengan DP Rp 1,5 juta. Sistem arisan menggunakan sistem undian. Setiap bulannya ada empat nama yang keluar.

Masing-masing mendapatkan dua motor dan dua mobil. Nah, janji perusahaan dalam tempo setahun, semua peserta mendapatkan mobil dan motor yang mereka inginkan.

Tapi, setelah ada yang membayar hingga 16 bulan, tidak juga mendapatkan mobil dan motor, para korban akhirnya sepakat untuk sama-sama melaporkan kasus penipuan dan penggelapan itu ke Polda Jatim. (KS2/RED)

Leave a Reply