Polda Jatim Tangani Laporan 1569 Peserta Arisan Mobil

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Banyaknya modus dari penipuan saat ini membuat banyak orang mengalami kerugian ratusan juta rupiah bahkan hingga mencapai miliaran. Hal ini yang terjadi pada Entras Wahju Djatmiko, 46, warga jalan Karangan PDAM, Wiyung bersama beberapa orang lainnya telah tertipu dengan arisan dengan iming-iming mendapatkan satu buah mobil atau motor.

Sehingga dengan penipuan itu membuat Entras serta beberapa korban lainnya melaporkan PT Khubah Dunia Sukses yang beralamatkan perumahan permata jingga blok VI C kota Malang ke Polda Jatim. Tak tanggung-tanggung sebanyak 1569 perserta mengalami kerugian total sebesar Rp 27 miliar.

“Banyak sekali kerugian yang dialami persertanya, selain itu juga kerugiannya cukup beragam,” ungkap Entras, kemarin (26/10/15)

Dalam laporannnya Entras melaporkan perusahaan tersebut dengan pasal 378 KUHP, dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Para korban saat melapor ke Polda Jatim

“Ini dilakukan karena hingga saat ini pihak perusahaan tidak ada itikat baik untuk memberikan mobil yang sudah mereka janjikan,” ucapnya.

Entras mengaku tertarik dengan arisan tersebut setelah banyak teman yang mendapatkan arisan tersebut. Selain itu juga adanya surat perjanjian diatas materai yang dilakukan perusahaan, dan perusaahn yang jelas membuat dirinya berani mengikuti arisan tersebut.

“Kebanyaan semua korbannya mengaku tertarik karena perusahaannya yang jelas, dan ada nota kesepakatan juga jadi itu yang membuat kita tertarik dan yakin,” katanya.

Warga Bangil, Sauki mengaku telah mengalami kerugian mencapai Rp 40 juta termasuk dengan uang jadi sebanyak Rp 10 juta.

“Saya sudah mengikuti selama 16 bulan, tapi setelah itu arisan itu macet, dan banyak teman yang mengalami kendala yang sama,” kata Sauki.

Ia menambahkan selain itu juga, jika perserta arisan itu telat melebihi tanggal 10 untuk membayar uang iuran, PT Khubah Dunia Sukses langsung memberikan denda sebesar Rp 50 ribu setiap harinya hingga tanggal 25.

“Selebihnya dari tanggal itu mereka akan langsung mengeluarkan kita dari arisannya dan tidak seperpun uang kita dikembalikan,” tegasnya.

Selain itu, Bahrudin, 30, warga Mojokerto ini mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta. Dirinya mengikuti dua nomor dalam arisan tersebut.

“Saya ikut arisan ini sejak Agustus 2014 lalu, hingga bulan Desember semua orang sudah dapat, namun setelah bulan Januari mereka tidak memenuhi janjinya dengan alasan mulai kekurangan biaya,” ucapnya.

Bahrudi sempat tidak ingin mengikuti arisan tersebut karena banyak berita yang memberitakan korbannya mengalami kerugian puluhan juta. Namun dirinya semakin yakin karena semua komunitas bisnis online yang ia ikuti semuanya itu.

“Ditambah lagi mereka mengaku sudah mendapat sendiri mobilnya, dan perusahaannya pun jelas, jadi saya mau, dan ikut dua nomor,” ungkapnya.

Sehingga dengan kejanggalan tersebut, Bahrudin, dan beberapa orang perwakilan dari 1569 perserta lainnya itu melaporkan kejadian ini ke Polda Jatim.

“Saya berharap uang kita semua kembali, atau bahkan perusahaan memenuhi janji yang mereka janjikan,” terangnya.

Atas laporkan ini Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengaku telah menerima laporan dari korban penipuan berkedok arisan mobil dan motor. Dengan laporan itu nantinya, polisi akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

“Banyaknya korban yang dialami, membuat kita akan menindak lanjuti, dan untuk warga jangan sampai tertipu dengan modus serupa,” tutur pria asal Jogjakarta. (KS2/RED)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights