Polda Jatim Ungkap Peneror Wartawan

*Tersangka Kasus teror wartawan merupakan pengawas tambang

SURABAYA (Kabarsurabaya.com) Polda Jatim akhirnya mengungkap pelaku peneror wartawan. Pelaku adalah Holil, 30, warga Dusun Karangsari, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Lumajang yang tercatat merupakan pengawas tambang ilegal.

Halil ini akhirnya ditetapkan tersangka dalam kasus teror pada tiga wartawan televisi lokal dan nasional. Penetapan tersangka ini berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang telah diterima polisi.

Salah satu isi ancaman kepada wartawan yang membuat Holil ditetapkan menjadi tersangka peneror wartawan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan jika Polda Jatim sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus teror lewat SMS yang dikirimakan ke tiga wartawan dari televisi lokal dan nasional.

“Kita sudah menetapkan tersangka HL (Holil.red) yang merupakan tersangka dalam kasus teror,” katanya, kemarin (10/11/15).

Dengan tertangkapnya tersangka ini maka polisi langsung menyelidiki lebih dalam terkait keterlibatkan tersangka lainnya. selain itu tersangka terancam akan dijerat dengan pasal 366 KUHP.

“Tersangka ini akan kita jerat dengan pasal 366 ayat (2) KUHP digabung dengan Undang-undang ITE,” ucap Argo.

Dari tangan Holil, Polisi mendapatkan 3 Hp, 1 dos Hp, dan dua sim card yang digunakan tersangka untuk meneror semua wartawan yang ada di Lumajang yang meliput terkait perkembangan tambang pasir ilegal.

“Kita sudah memintai keterangan lima orang saksi termasuk dari tiga wartawan yang menjadi korban,” kata Argo.

Dalam kasus ini, sempat tercantum nama anggota dewan Lumajang, Agus Yuda yang terdapat pada sms teror kepada wartawan tersebut, hingga saat ini belum menjalani pemeriksaan.

“Penyidik belum sampai ke sana untuk melakukan penyelidikan, jadi kita memang masih membutuhkan waktu lagi,” pungkas Argo. (KS2/RED)

Leave a Reply