BPOM Musnahkan Produk Ilegal

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menjelang Ramadan, peredaran barang ilegal di Jawa Timur cukup tinggi. Ini terlihat dari temuan berbagai produk pangan olahan kadaluarsa dan kosmetika illegal yang beredar di Jawa Timur. Tidak tanggung-tanggung, karena nilainya mencapai angka lebih dari Rp354 juta.

Beberapa Barang illegal yang di temukan BPOM, Selasa (16/6/2015)

Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan BPOM Hendri Siswandi menjelaskan beberapa hari memasuki bulan puasa, di Jatim marak ditemukan produk pangan olahan kadaluarsa dan produk kosmetika ilegal.

“Kami menemukan produk kosmetika ilegal sebanyak 86 item (19.484 pcs) dengan nilai keekonomian mencapai Rp 313,838 juta, dan pangan illegal sejumlah 57 item (2.498 pcs) dengan nilai keekonomian sebesar Rp 40,966 juta. Total produk pangan dan kosmetika yang tidak memenuhi standar tersebut mencapai Rp 354,83 juta,” terang Hendri di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Surabaya, Selasa (16/6/2015).

Untuk itu, imbuh Hendri, telah dilakukan pemusnahan terhadap produk pangan kadaluarsa sejumlah 37 item, terdiri dari 1.544 unit barang. Hasil penemuan itu akan ditindaklanjuti dengan meminta klarifikasi dari pelaku usaha untuk tidak memperdagangkan produk tersebut.

Sementara itu, Direktur Pengawasa Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan Irpan Ganda Putra menambahkan pengawasan berkelanjutan tetap akan ditingkatkan agar tercipta iklim usaha yang lebih sehat dan mencegah distorsi pasar dari produk impor ilegal.

“Peningkatan pengawasan akan terus dilakukan terhadap barang beredar, baik pangan maupun nonpangan secara berkesinambungan dan terus menerus. Ini adalah upaya melindungi konsumen dan mengamankan pasar dalam negeri,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) yang terdiri dari BPOM, Kemendag, Kemenko Perekonomian, Kemenperin, Bareskrim Mabes Polri, Barantan Kementan, dan Disperindag Jatim juga melakukan razia produk nonpangan.

Tim TPBB juga melakukan pemusnahan sejumlah 147 unit pompa air yang menyalahi aturan SNI wajib di beberapa pabrik di Surabaya dan Sidoarjo, yaitu CV Waringin Jaya, PT Fajar Karya Maju Nasional, dan CV Sahabat Baru.

Sekretaris Ditjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Inayat Iman menjelaskan, pemusnahan ini dilakukan setelah diuji coba di laboratorium, ternyata pompa tersebut meledak saat digunakan. Kami memusnahkannya, karena tidak cukup hanya ditarik dari peredaran saja.

“Kami akan tegas menindak produk-produk yang melanggar ketentuan SNI,” tegasnya.

Inayat juga mengingatkan, meskipun telah diberlakukan SNI wajib, masyarakat tetap harus waspada terhadap produk yang beredar karena banyak pelaku usaha yang curang dengan memalsukan logo SNI atau tidak membuat produk sesuai standar meski telah mengantongi SNI. (Edmen Paulus)

Leave a Reply