Resmob Satreskrim Polrestabes Tembak Dua Pelaku Curanmor

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Unit Resmob berhasil meringkus Awi (29) warga jalan Sidotopo jaya dan Machmud alias Mad (26) warga Jalan Peneleh Surabaya. Polisi terpaksa melumpuhkan keduanya dengan timah panas lantaran mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Polisi memburunya lantaran mereka terlibat aksi pencurian mobil jenis L 300 milik Albert Imanuel (18) warga Jalan Sulung dan David Wicaksanakusuma, Jalan Peneleh Surabaya pada (23/10/2015)

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Matanette (kanan) saat ekpos penangkapan dua pelaku pencurian mobil

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Matanette menjelaskan kedua komplotan ditangkap berdasarkan laporan dari kedua korban yakni Albert dan David. Setelah mendapat laporan tersebut polisi lantas memburu keduanya.

Kemudian tidak kurang dari 24 jam, polisi menerima laporan keduanya bersembunyi di salah satu kawasan di Madura.

“Yang pertama kami tangkap adalah Awi, kemudian setelah kami lakukan pengembangan akhitnya tersangka Machmud juga berhasil kita ringkus,” kata AKBP Takdir Mattanete, Kamis . (29/10/2015)

Alumni Akpol 1998 ini menerangkan, pelaku dalam melakukan aksinya, memiliki peran masing-masing. Setelah keduanya menemukan sasaran, yakni berupa mobil pick up, Machmudlah yang bertugas untuk merusak pintu mobil dengan menggunakan tali pack (taste pack). Tali tersebut oleh Machmud dimasukkan kedalam sela-sela pintu mobil hingga pintu mobil terbuka.

“Setelah terbuka, tersangka Awi langsung masuk kedalam mobil dan mencoba menghidupkan mobil dengan mengguanakan kunci T yang sudah dipersiapkan, setelah berhasil mereka lantas membawa kabur mobil tersebut,” jelasnya.

Semenetara itu, kepada polisi Awi mengaku sudah mengajalankan aksinya selama dua kali, namun kendaraan yang pertama yang ia curi bukanlah mobil, melainkan sepeda motor yang berada di Jalan Paneleh. Kemudian setelah bertemu dengan Machmud, dia lantas melakukan pencurian mobil pick up.

“Saya mencuri pick up lantaran mobil kebanyakan diparkir disembarang tempat, selain itu mobil ini adalah pesanan dari penadah,” ungkapnya.

Untuk setiap mobil dijual dengan harga sekitar Rp 10 juta. Sementara uang hasil penjualan tersebut dibagi rata masing-masing Rp 5 juta. Sedangkan menurutnya uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk berfoya-foya dan membeli minuman keras. (KS3/RED)

Leave a Reply