Spesialis Pembobol Rumah 25 TKP Asal Pati Dibekuk

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk Alendra (36) Sempur Kaler, Jawa barat dan, Agus Afriyan(19)warga Sugihwaras, Bojonegoro. Keduanya ditangkap lantaran terlibat dalam kasus pemebobolan rumah di 25 TKP di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah mengungkapkan penangkapan Alendra cs ini berawal dari laporan warga Surabaya yang mengaku menjadi korban pencurian. Setelah itu, polisi bergerak cepat mencari jejak para pelaku yang dikenal nekad tersebut.

salah satu pelaku spesialis pembobol rumah saat diamankan di Polrestabes Surabaya

Setelah hampir seminggu melakukan pelacakan, akhirnya polisi menemukan salah satu mobil hasil pencurian yang dibawa oleh pelaku, yakni mobil KIA Picanto warna merah. Saat ditemukan polisi, mobil tersebut terparkir dipinggir jalan dalam kondisi mogok. Saat diperiksa, polisi menemukan KTP didalam mobil.

“Didalam KTP tersebut tertera pelaku bertempat tinggal di Daerah Pati Jawa Tengah,” ungkapnya (9/11/2015)

Setelah mendapatkan identitas tersebut, polisi melanjutkan penyelidikan ke Pati, Jawa Tengah. Polisi kemudian mencurigai sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian Alendra. Namun saat digerebek polisi tidak mendapati Alendra berada di rumah tersebut. Polisi hanya menemukan satu unit Honda jazz warna silver yang terpakir di rumah itu.

“Lagi-lagi saat mobil digeladah, polisi menemukan sebuah buku nikah palsu milik Alendra, di dalam buku nikah tersebut tertera sebuah alamat yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dan disanalah pelaku ini ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Surabaya,” lanjut Ian, panggilan akrab Kapolrestabes.

Perwira menengah dengan tiga melati dipundaknya ini juga menjelaskan berdasarkan keterangan tersangka, Alendra dan Agus sudah melakukan aksi pembobolan rumah tersebut sejak dua tahun lalu. Modusnya mereka mencuri di rumah yang ditinggal oleh pemilik.

“Jadi dua tersangka ini mencari sasaran dengan berkeliling di perumahan untuk mencari sasaran pada siang hari, nah mereka mencari rumah-rumah yang lampu rumahnya masih menyala, hal ini menandakan bahwa pemilik rumah sedang tidak ada dirumah,” jelasnya.

Sementara itu dalam melanjutkan aksinya, dua pelaku ini memiliki peran masing-masing. Alendra selaku otak juga menjadi eksekutor dalam aksi pembobolan tersebut. Sementara Agus hanya bertugas mengamati situasi dan mengambil barang hasil pencurian ketika sudah berada di luar rumah.

“Uniknya dalam menjalankan aksinya mereka tidak menggunakan cara yang sama seperti pelaku lain. Mereka beraksi dengan cara merusak kunci gembok, memotong rantai pagar, hingga masuk rumah dengan melompat dari plafon,” tegasnya.

Sementara itu kepada polisi, Alendra mengaku dalam sekali beraksi dia mampu membobol tiga sampai empat rumah. Dia menguras tidak hanya barang berharga seperti emas, barang elektronik saja melainkan juga membawa kabur mobil korban.

“Setelah berhasil saya lantas memabawa barang hasil curian tersebut ke tempat persembunyian saya kawasan Pati Jawa Tengah,” jelasnya.

Alendra juga menjelaskan setelah berhasil mengamankan hasil curian itu, ia lantas menjual barang ke penadah. Menurutnya uang diperolehnyapun bervariasi tergantung hasil yang diperoleh dari rumah yang dibobol. Namun Alendra menjelaskan paling sedikit dia hanya mampu memperoleh Rp 10 juta dalam sekali beraksi.

“Hasilnya saya bagi 70 banding 30 persen, 70 persen untuk saya sedangkan sisianya untuk Agus, sebab Agus hanya mengantarkan saya saja,” terangnya.

Selain itu,polisi tidak hanya mengamankan kedua tersangka, tetepi juga barang bukti hasil kejahatan berupa enam unit mobil dari berbagai merk. Lima laptop, 15 handphne satu buah LCD proyektor, serta beberapa kartu ATM dan buku tabungan. (KS3/RED)

Leave a Reply