2.1 C
New York
Jumat, Desember 9, 2022

Buy now

Terdakwa marah saat Hakim menghadirkan saksi kunci

SURABAYA – Sidang kasus yang menewaskan Aditya Wahyu Budi Artanto atau Dj Adit kembali digelar, Kamis (12/11/15) di Pengadilan negeri (PN) Surabaya. Usai sidang salah satu terdakwa, Risky Topan sempat berteriak, dan menantang semua orang yang ada di PN Surabaya setelah salah satu saksi kunci, Danu dihadirkan dalam sidang tersebut.

Ilustrasi

Saat akan dibawa ke ruang tahanan PN Surabaya, Risky tiba-tiba marah, dan menantang pengunjung, wartawan, serta ibu dari DJ Adit, Tjindar Prihatin.

“Opo koen iku, ngaleh-ngaleh, awas koen foto-foto aku terus,” ucapnya sambil menyabetkan tangannya.

Dalam sidang itu Danu mengaku melihat secara jelas kejadian pengkroyokan yang menewaskan DJ Adit di jalan Bung Tomo dari jarak sekitar lima meter. Danu melihat Rizky Topan membawa SubWofer milik Dj Adit yang ada didalam mobil usai ikut menghajar Dj Adit.

“Saya tidak tahu namanya, tapi saya lihat mas ini (Menunjuk kea rah Risky Topan) mengambil SubWofer yang ada di dalam mobil lalu pergi bersama temannya,” katanya, kemarin.

Danu mengaku tidak berani nekat kearah kerumunan anak-anak geng motor yang melakuan pengkroyokan kepada DJ Adit, karena saat itu dia seorang diri.

“Melihat massa yang banyak membuat saya tidak berani melerai aksi semua anak-anak geng motor itu,” ucapnya.

Danu mengaku semua anak itu telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan batu serta bak tahu.

“Saya awalnya hanya tahu itu bak saja, dan saya kira bak sampah, namun setelah itu saya baru tahu jika itu adalah bak tahu,” ungkapnya.

Sekitar 10 hingga 15 orang ikut serta dalam pengkroyokan Dj Adit hingga tewas. Dalam setiap aksinya mereka memukul dengan tangan kosong serta menggunakan batu.

“Saya lihatnya waktu itu mereka menggunakan batu, dan mebawa supir (DJ Adit) keluar dari mobil,” katanya.

Kasus ini terjadi sekitar 2 Juni 2015 lalu, motif pengeroyokan tersebut dikarenakan satu di antara motor yang digunakan untuk balapan liar para tersangka tersenggol mobil korban. Hal itu membuat emosi para tersangka, kemudian mengejar korban, dan menghajar korban hingga tewas.

Empat orang tersangka yang berhasil ditangkap polisi antara lain Faizal Maulan Putra,  Bayu Gunawan, Mukhamad Rizky Nurifandi, , dan Rizky Topan.  (KS2/Red)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,601PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles