Tiga PNS Kasbangpol Malang Terancam Ditahan, Palsukan SK Untuk Ambil Kredit Bank Jatim Cabang Malang

SURABAYA (Kabarsurabaya.com) Setelah penananannya tertunda lantaran hasil audit BPKP tak kunjung keluar, maka 3 pegawai negeri sipil (PNS) dari Kebasbangpol Kota Malang terancam dibui. ketiganya terjerat kasus Korupsi dengan cara pemalsuan surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dengan cara mengajukan kredit.

Akhirnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mendapatkan hasil audit BPKP terkait kerugian negara yang dialami oleh Bank Jatim Cabang Malang. Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus, Dandeni Herdiana mengatakan hasil audit Badan Pemeriksa keuangan dan pembanguna (BPKP) Jatim sudah diterima oleh Kejati Jatim. Dalam audit BPKP, diduga negara mengalami kerugian mencapai Rp 1,5 miliar.

“Dengan hasil itu, kita bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya dengan memeriksa tersangka,” katanya, kemarin (21/11/15).

Dandeni mengatakan saat ini Kejati Jatim sudah melimpahkan berkas kerugian dari BPKP je jaksa yang menyidik kasus itu. “Untuk pemeriksaan tahap duanya itu tergantung kesiapan jaksa yang akan menyidik kasus itu, namun nanti dalam tahap dua itu ketiganya pasti aka masuk kedalam penjara,” ungkapnya.

Dalam kasus ini tiga orang tersangka dari Kesatuan bangsa dan Politik (Kasbangpol) Kota Malang oleh Kejati Jatim. Dua staf kasbangpol, Ari Kusumaharini, dan Tentri Membrako, serta bendahara kasbangpol, Mining Mardiastuti.

“Ketiganya menggunakan SK pengangkatan 23 PNS dari Kasbangpol untuk mengajukan kredit di Bank Jatim Kota Malang, namun semua surat itu dipalsukan,” ungkap Dandeni.

Kasus bermula ketika tiga staf Kesbangpol kota Malang Dua staf kasbangpol, Ari Kusumaharini, dan Tentri Membrako, serta bendahara kasbangpol, Mining Mardiastuti mengajukan kredit ke Bank Jatim untuk 23 PNS di Kesbangpol, 2014 lalu. Ironisnya, ketiga tersangka tersebut ternyata berhasil membobol kredit di Bank Jatim cabang Kota Malang dua kali di tahun yang sama.

Modus yang dilakukan tiga tersangka untuk membobol bank cukup unik. Tersangka memanipulasi data pemohon dengan mengajukan identitas palsu. Kredit ini diperuntukkan bagi PNS kemudian dimanfaat oleh tersangka. Caranya membikin Surat Keputusan (SK) yang seolah-olah meyakinkan jika kreditur adalah PNS Bakesbangpol.

Setelah persyaratan diajukan, bank lantas mengklarifikasi dengan meminta pemohon datang ke bank. Dari bukti yang ada, setidaknya ada 23 orang PNS yang datanya dipalsukan. Untuk meyakinkan pihak bank, tersangka mendatangkan para debitur yang diberi seragam PNS sehingga pihak bank percaya jika PNS Bakesbangpol hingga dana dicairkan. (KS2)

Tags: ,

Leave a Reply