Satreskrim Polrestabes Surabaya Tangkap Dua WNA China, Jual Emas Purbakala Palsu

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Yuhua Zhong (36) dan Yunsheng Zhang (37), keduanya warga negara asing asal China, ditangkap Polrestabes Surabaya, Jumat (30/10/2015). Mereka adalah anggota dari jaringan penipuan pemalsuan emas yang sering beraksi di kota tersebut. Modus penipuan yang mereka lakukan yakni dengan menjual harta karun palsu kepada para korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete bersama dua tersangka

Penipuan selalu mereka lakukan di mal-mal besar. Mereka mendekati warga keturunan Tionghoa yang ada di sana hingga terjalin keakraban. Kepada para korban, mereka mengaku bekerja sebagai kontraktor bagian penggalian.

Ketika obrolan mulai cair, mereka menunjukkan barang-barang kuno khas China kepada korban, seperti koin dan uang kertas lawas, duplikat surat wasiat kerajaan tempo dulu, dan patung logam berwarna emas.

Dua orang China itu mengaku mendapat barang-barang kuno ketika menggali salah satu proyek di Sidoarjo.

“Barang awal yang tersangka tunjukkan adalah koin. Untuk meyakinkan korban, tersangka kemudian menunjukkan surat wasiat. Setelah korbannya yakin semuanya asli, patung yang dibilang emas itu baru mereka tunjukkan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Takdir Mattanete, Jumat (30/10/15).

Dua tersangka saat diamankan di Mapolrestabes Surabaya

Semua duplikat barang kuno yang tersangka bawa memang otentik. Semuanya dibuat seolah-olah memang sudah berumur tua. Bahkan, khusus emas, mereka juga mengizinkan para korban untuk mengetes keasliannya. Caranya, tersangka memotong patung emas menjadi keping kecil dihadapan korban.

Sebelumnya, tersangka juga sudah menyiapkan kepingan emas dengan kadar keaslian 22 persen. Dengan berbagai cara, kepingan emas aslilah yang diberikan tersangka pada para korban untuk di tes di toko emas.

Alhasil, Takdir menyebut, para korban pun terkecoh. Mereka tertarik rayuan tersangka untuk membeli patung-patung yang mereka bawa dengan harga miring. Patung itu per biji dijual seharga Rp 5 juta. Estimasi harga asli yakni kisaran Rp 10 juta.

“Tapi mereka minta dibayar kontan. Mereka membawa beberapa patung hingga nilai nominal yang harus dibayar korban sebesar Rp 350 juta,” tambahnya.

Saat korban hendak menjual barang yang mereka miliki di toko emas, baru diketahui bahwa patung-patung tersebut terbuat dari logam. Dari sana mereka baru sadar bahwa telah ditipu.

Aksi terakhir tersangka di salah satu mal di Surabaya Barat berhasil diendus polisi. Saat mendekati calon korban, ada salah satu satpam yang mengetahui. Takdir mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan para petugas keamanan.

Polisi menggerebek mereka dengan barang bukti koin dan uang kertas kuno, duplikat surat wasiat kuno, dan 22 patung logam berwarna emas. (KS3/RED)

Leave a Reply