Gerakkan Ekonomi Kreatif, Lewat Model Incubator

SURABAYA Untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan memberi solusi persoalan pengangguran dan ketenagakerjaan di Surabaya. Yayasan Pesantren Agrobis dan Agro Industri Mukmin Mandiri kini mulai menggencarkan bisnis kreatif model inkubator .

Karyanto Wibowo (kiri) menunjukkan kopi mahkota raja hasil produk pesantren


“Kita menawarkan model inkubator ekonomi kreatif berbasis warung kopi. Selama ini kita sudah produksi kopi bubuk perbulannya mencapai 25 ton,” ujar Penasehat Yayasan Pesantren Agrobis dan Agro Industri Mukmin Mandiri Karyanto Wibowo, kemarin. (17/3/15).

Mantan Direktur Perusahaan Daerah Pasar Surya ini menilai cara ini sangat potensial jika diterapkan di wilayah Kota Surabaya. Dimana banyak warga terutama kaum mudanya yang rata-rata gemar minum kopi. 
 
“Ini adalah peluang tersendiri. Kita siap memberikan pendampingan dan modal kerja, termasuk menyediakan bahan bakunya untuk membuka warkop kepada para pemuda yang masih belum bekerja,” terang Karyanto yang juga konsultan dan motivator ini. 

Jika para pemuda yang kini belum bekerja membuka usaha warkop, maka perekonomian ditingkat paling bawah bisa tergerak. Terlebih keberadaan warkop ini juga akan bisa menjalankan fungsi intermediasi.

“Misalnya nanti ibu-ibu rumah tangga bisa membuat kue dan dijual di warkop. Saya yakin perekonomian ditingkat paling bawah nantinya akan tergerak dan yang perlu dirubah sekarang ini adalah mengenai etos kerja,” tegasnya.

Diakui, sekarang ini model incubator ekonomi kreatif berbasis warung kopi terus dimatangkan. Termasuk dalam waktu dekat akan dilaunching warkop yang akan dijadikan percontohan.“Kita memang sengaja membidik pelaku usaha paling bawah. tujuannya agar mereka yang awalnya menganggur bisa menjadi pengusaha walau skala mikro,” pungkasnya. (red).

Leave a Reply