Jamu Iboe Kembangkan Konsep Jamu Modern dan Café Jamu

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Jamu Iboe Jaya sebagai produsen jamu terkemuka di Indonesia, sepertinya tidak mau ketinggalan dengan pergerakan pola konsumen yang semakin modern. Bukan saja menampilkan jenis produk baru,tetapi inovasi terhadap model jamu pun dilakukan.

Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla, menunjukkan salah satu Health Drink produk Jamu Iboe di Modern Outlet Jamu Iboe di Grand City Mall Surabaya

Apalagi seperti dikatakan Perry, Product Group Manager Jamu Iboe, dengan menyitir hasil data dinas kesehatan, tercatat peminum jamu pada kalangan remaja telah mencapai 49 persen. Tentu ini merupakan market yang sangat besar.

“Nah, pola generasi sekarang tentu sedikit berbeda dengan market jamu tradisional pada umumnya, karena mereka lebih nyaman bila minum jamu yang bias lebih praktis,” terangnya.

Hal ini pula yang membuat jamu Iboe terus berinovasi untuk menemukan formula yang tepat, agar bisa menyesuaikan dengan perubahan perilaku serta daya beli masyarakat terhadap bentuk jamu yang dikonsumsi.

“Karena itu selain jamu tradisional seduh, kami juga sudah membuat jamu ekstrak dalam bentuk kapsul yang lebih praktis. Bahkan saat ini kami sudah mengarah dan menciptakan jamu minuman kesehatan yang kami namakan ‘Iboe Health Drink’, terang Perry di pameran Healty festival, Grand City mall Surabaya, Minggu (08/11/2015).

Menurut Perry, saat ini Jamu Iboe telah memunculkan 4 varian Health Drink atau minuman kesehatan seperti rosella, beras kencur , jahe dan temulawak. Dan ditegaskan pula bahwa sekitar bulan februari 2016 nanti, pihaknya juga akan meluncurkan 4 varian baru untuk Health Drink ini.

“Untuk jenis yang akan kami luncurkan, saat ini belum bisa saya ungkapkan. Nanti saja kalau sudah waktunya,” terang Perry.

Namun meski pasar remaja dan modern kedepannya sangat menjanjikan, namun pola dan kebiasaan minum jamu sampai saat ini masih di domninasi oleh peminum jamu urban atau tradisional yaitu sebesar 50% dan diikuti oleh kategori modern (kapsul dan ekstrak) 40%.

“Sisanya yang 10% adalah jamu minuman kesehatan,” lanjutnya.

Peri juga menjelaskan bahwa penetrasi pasar jamu Iboe dengan 5 kantor (Surabaya, Jakarta, Jogja, Semarang dan Malang), sampai saat ini sudah mencapai 80 % di pulau jawa, dan sisanya di luar jawa.

Salah satu Modern Outlet Jamu Iboe di Mall

Sementara itu Direktur Utama PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla mengemukakan, bahwa Jamu Iboe juga mulai masuk ke bisnis café, namun melalui konsep yang benar-benar berbeda, dengan dengan membuka outlet ‘Café Jamu’ di Gubeng Surabaya.

“Konsep Café Jamu ini kami hadirkan, untuk mengantisipasi pergerakan konsumen yang lebih menginginkan tempat untuk minum jamu yang nyaman dan bisa juga dipakai tempat kongkow,” jelas Stephen.

Café Jamu yang di kembangkan Jamu Iboe ini, boleh jadi sebagai pengembangan dari modern outlet Jamu Iboe yang sudah tersebar di berbagai Mall dan pusat perbelanjaan, yang ternyata sangat sukses menarik konsumen untuk meminim jamu. (Ep)

Leave a Reply