21.1 C
New York
Jumat, Juli 30, 2021

Buy now

Minta Tolong Komisi A, Pemilik Cafe Excelso Minta Usahanya Tak Ditutup Meski Ijin Tak Lengkap




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Meski menyadari bahwa perijinan yang dimiliki tidak lengkap, Pemilik franchise cafe Excelso di Jalan Biliton, Mulyanto, memohon pada Komisi A DPRD Kota Surabaya agar usaha yang dikelola anaknya itu tidak ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Kami minta kebijaksanaan, kalau ada sejumlah perizinan yang belum lengkap, akan kami lengkapi. Saya juga minta maaf kalau saya kurang mengerti. Tapo tolong jangan ditutup karena akan banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan,” terangnya dalam rapat dengar pendapat (hearing) di Komisi A DPRD Kota Surabaya, Jumat (11/9/2015).

Mulyanto mengatakan, dia membeli franchise milik PT. Excelso Multi Rasa itu hanya sekitar tiga tahun dan baru beroperasi sekitar setahun ini, kalau Pemkot tetap ngotot dan bersikukuh ingin menutup usaha ini, maka bisa dipastikan dia akan menderita kerugian besar.

“Kami sudah berupaya mengurus izin sampai finish. Dalam situasi ekonomi yang serba sulit seperti sekarang, kami sangat minta kebijaksanaannya. Kami juga sangat peduli dengan masyarakat. Jika ada PNS (pegawai negeri sipil) yang pensiun, kami siap untuk mempekerjakan,” katanya.

Melihat kesungguhan dan alasan yang disampaikan Mulyanto ini, rupanya mampu membuat  Ketua komisi A DPRD Kota Surabaya, Herlina Harsono Njoto mengendurkan niatan Komisi A menutup kafe Excelso Jalan Biliton ini. Ia mengaku, tidak akan memberikan rekomendasi tertulis pada Pemkot untuk menutup kafe ini.

“Tapi saya minta pada Satpol PP harus melakukan pengawasan dan memastikan bahwa tidak ada gangguan lalu lintas disekitar kafe ini. Jika nanti ternyata ada dampak lalu lintas yang ditimbulkan dan perizinannya tidak kunjung dilengkapi, maka Satpol PP harus mengambil tindakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Herlina dengan tegas mendesak pada Satpol PP Kota Surabaya untuk secepatnya melakukan penertiban kafe dari grup Kapal Api itu. Menurut dia, secara hukum izin operasional kafe Excelso ini tidak lengkap.

“Maka kami minta bantib (bantuan penertiban) dari Satpol untuk segera dilakukan penertiban,” ungkap politisi asal fraksi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendali Dampak Lingkungan BLH Kota Surabaya Novi Dirmansyah mengatakan, persoalan perizinan di kafe ini bukan sekedar HO, tapi ada data yang tidak sinkron. Pemilik kafe ini, kata dia, ada perbedaan nama dari pengelola lama ke pengelola baru.

“Sehingga itu yang harus dirapikan. Jika mereka (pemilik kafe) mengurus mulai sekarang melalui SSW (Surabaya Single Window), akan kami proses dalam waktu lima hari. Jika dalam waktu lima hari kurang lengkap kami akan kembalikan,” pungkasnya. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,995FansSuka
2,877PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles