12 Kabupaten / Kota Terima Penghargaan Investment Award Jatim

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebanyak 12 Kabupaten/Kota berhak menerima penghargaan Invesment Award Jatim 2015. Penghargaan ini wajib diberikan kepada Kabupaten/Kota yang telah berhasil memberikan pelayanan terbaik dan menggenjot serta menjaga kesetabilan pertumbuhan investasi di wilayahnya.

Penghargaan yang diserahkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, pada acara penganugerahan Invesment Award di Gedung Negara Grahadi, Senin (26/10/2015) ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jatim pada Kab/Kota yang telah berhasil memberikan pelayanan terbaiknya kepada para investor yang mau menanamkan modalnya di daerahnya.

“Dengan memberikan pelayanan yang baik dan tepat waktu otomatis Bupati atau Walikota tersebut secara tidak langsung juga mengurangi kesenjangan atau disparitas serta kemiskinan di wilayahnya karena tata kelola yang baik,” kata Soekarwo.

Dijelaskan pula, 12 Kab/Kota yang menerima penghargaan itu terbagi menjadi empat kategori yaitu untuk Bidang Kelembagaan dengan pemenang  Kabupaten Gresik di peringkat satu, diikuti Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Pasuruan.

Sedang untuk Bidang Promosi, peringkat satu di rebut Kabupaten Banyuwangi, disusul Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan. Untuk Bidang Pelayanan Penanaman Modal, pemenangnya adalah Kabupaten Sidoarjo, diikuti Kabupaten Jombang dan Kota Kediri.

Sedangkan untuk Bidang Investasi, keluar sebagai pemenang pertama adalah Kabupaten Lamongan, yang diikuti Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sampang. Dan untuk Penanam Modal Asing (PMA), direbut PT Paiton Energy Kabupaten Probolinggo, Smelty Kabupaten Gresik sebagai peringkat dua dan PT Surabaya Corporation Kabupaten Mojokerto sebagai juara tiga.

Adapun untuk PMDNnya keluar sebagai peringkat pertama adalah PT. Sorini Asia Androit Kabupaten Pasuruan, diikuti PT Gudang Garam Tbk Kediri.

Selanjutnya Pakde Karwo juga menjelaskan, gambaran prostektus terhadap PMA terealisasi lebih dari Rp 20 trilyun, dan PMDN sebesar Rp 18 triyun lebih atau sebesar 15,79 % (tidak tercatat oleh PPMDN Jakarta). Salah satunya adalah investasi yang ada di daerah ijin prinsip Rp 188 trilyun dan yang terealisasi sebesar Rp 20 trilyun di kab/Kota.

“ PMDN lancar, tapi harus digenjot oleh Kabupaten/Kota yaitu yang berhubungan dengan perijinan masalah tanah, listrik dan buruh yang mempunyai keahlian atau yang tidak mempunyai keahlian,” tegasnya.

Kalau untuk Amdal, lanjut Soekarwo, sepi peraturan yaitu dari 60 hari menjadi 12 hari bisa. Sementara untuk kawasan sudah dipetak, makanya kawasan itu sudah tidak memakai IMB. Tetapi tetap di cek untuk pajak bumi dan bangunannya.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi jatim sebesar 5,3 % dan sampai akhir tahun diprediksi bisa mencapai 5,9 %. Untuk tahun 2016 nanti, pertumbuhan ekonomi jatim diprediksi bisa mencapai 5,9 % sampai 6,2 % tapi memerlukan 300 triyun investasi yang harus masuk ke jatim, “ jelasnya.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jatim Ir. Lili Soleh Wartadipradja,MM mengatakan, penganugerahan penghargaan Investment Award kali ini sudah yang ke 5 kalinya. Dan diikuti olkeh 38 kabupaten/Kota, 10 Perusahaan Penanaman Modal Asing dan 7 Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri. (Bl/Ep)

Leave a Reply