Gus Ipul Buka Festival Ramadhan di Masjid Nasional Al Akbar

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf menilai jika di bulan suci Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menerapkan nilai-nilai keadilan. Dalam konteks sosial, muslim yang menjalankan ibadah puasa idealnya mampu berlaku adil dan lebih peka pada kondisi lingkungan sekitarnya.

Gus Ipul menandai pembukaan acara Festival Ramadhan di Masjid Agung Nasional Surabaya

Disebutkan dalam pelajaran utama dari ibadah puasa yang dapat diambil intisarinya yakni melatih diri untuk berbuat adil kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, orang lain dan diri sendiri. Contohnya mengenai ajaran untuk berbagi kepada sesama melalui perintah zakat, infak dan sedekah.

“Jika Pancasila diperas menghasilkan gotong royong maka puasa intinya adalah keadilan. Untuk itu mari bersama-sama kita belajar melatih berlaku adil minimal pada diri sendiri,” kata Gus Ipul saat membuka Festival Ramadan Surabaya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Kamis (17/6) sore.

Gus Ipul menambahkan jika the founding fathers mengamanahkan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia melalui Pancasila dan UUD 1945. Hal tersebut memiliki makna bahwa untuk membangun tatanan masyarakat yang maju harus dimulai dari konsep keadilan.

“Jadi masyarakat mendapatkan keadilan dulu kemudian dengan usaha bersama menuju kemakmuran,” ujar Gus Ipul.

Bulan suci Ramadhan, menurutnya harus bisa menanamkan sikap kepedulian terhadap kaum dhuafa. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang menjadi pesan moral puasa adalah memperhatikan dan menyantuni kaum dhuafa.

“Menyantuni dhuafa dan anak putus sekolah adalah bagian dari mewujudkan keadilan,” tambahnya.

Dirinya mendukung penuh digelarnya Festival Ramadan, karena kegiatan yang telah dilaksanakan selama 11 tahun tersebut menjadikan masyarakat memperhatikan kepentingan dunia dan akhirat.

Masjid dan pasar yang saling berdekatan sangat efektif memberi layanan pada masyarakat. Direktur Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Endro Siswantoro mengatakan festival Ramadan sengaja digelar tiap tahun sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan pada datangnya bulan suci Ramadan.

Beberapa kegiatan dikemas sedemikian rupa agar masyarakat tertarik dan ikut serta menyemarakkan bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak umat islam menjalani bulan suci dengan sebaik-baiknya. Sehingga dapat menciptakan suasana khusuk beribadah serta keberkahan. Berlomba-lomba dalam ibadah sangat diutamakan,” ungkap Endro.

Sejumlah acara yang dilaksanakan MAS selama bulan suci Ramadan diantaranya Jalan Sehat Bershalawat, Pemberian Takjil dan Buka Bersama jamaah tiap hari, menyediakan sebanyak 150 stand UMKM, lomba banjari kontemporer.

Termasuk patrol kreatif, fashion religi, mewarnai dan adzan anak-anak, ngaji kitab kuning, ngaji internet, ramadhan camp remaja, layanan iktikaf, pelatihan muadzzin, pelaihan imam masjid, pengelolaan zakat, dan pelatihan terjemah Al Quran. (red/hprov)

Leave a Reply