APINDO: UMK 2016 Jatim, Ibarat Pil Pahit yang Terpaksa Harus Ditelan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pergub Jawa Timur No 68 Tahun 2015 tentang Penetapan UMK Jawa Timur Tahun 2016 tertanggal 20 November 2015 tetap akan dilaksanakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim.

Ketua Umum Apindo Jatim, Alim Markus, saat melakukan penjelasan terkait dengan UMK pada wartawan di Surabaya, Selasa (24/11/2015)

Hal ini ditegaskan Ketua Umum Apindo Jatim, Alim Markus, yang mengungkapkan kenyataan ini seperti minum pil pahit.

“Ibaratnya, penetapan UMK tahun ini seperti menelan pil pahit. Tapi mau bagaimana lagi, pengusaha harus tetap melaksanakannya,” ungkapnya pada wartawan di Surabaya, Selasa (24/11/2015) malam.

Namun Alim tetap berharap, penetapan besaran UMK tahun depan, bisa kembali mengacu regulasi yang sudah ditetapkan di PP 78/2015. Karena jika tidak, ia khawatir penetapan UMK di luar acuan peraturan pemerintah, akan membuat banyak pengusaha gulung tikar.

“Di Sidoarjo, pengusaha di Kecamatan Jabon, sudah tidak bisa bertahan dan akhirnya banyak juga perusahaan yang sulit bertahan. Ini adalah salah satu efek dari terlalu beratnya penetapan UMK,” terang Alim.

Selain itu, dampak penetapan UMK yang terlalu tinggi, membuat beberapa perusahaan mulai melakukan relokasi ke beberapa daerah yang memiliki nilai UMK lebih rendah. Menurutnya, ada sejumlah wilayah yang kini menjadi bidikan pengusaha untuk menempatkan usahanya di luar Surabaya, seperti di wilayah Lamongan, Ngawi dan Nganjuk.

“Terkait relokasi adalah hak pengusaha. Kami serahkan sepenuhnya, kalau memang itu menjadi pilihan pengusaha untuk bisa bertahan,” timpalnya.

Namun demikian, Alim yang didampingi Kepala Bidang Pengupahan Apindo Jatim, Johnson Simanjuntak dan beberapa anggota Apindo serta perwakilan pengusaha itu, memberikan solusi dengan cara pensiun dini.

Ia mencontohkan, di PT Maspion Group, yang notabene perusahaan besar miliknya telah berancang-ancang melakukan pensiun dini terhadap 1.800 karyawannya.

“Oleh karena itu, kami melakukan berbagai cara. Salah satunya menawarkan pensiun dini kepada karyawan,” ujar Alim yang juga Presiden Direktur (Presdir) Maspion Group ini.

Diungkapkan, tawaran pensiun dini tersebut juga pernah dilakukan PT Maspion Group pada 2014 lalu, dimana saat itu pabrik yang dikenal dengan produk rumah tangganya, mempensiunkan sebanyak 1.800 karyawan dari total 27 ribu karyawan yang ada.

“Ya ini karena perusahaan merasa terbebani dengan besaran UMK yang berlaku,” jelasnya.

Seperti telah diketahui, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo telah menetapkan nilai UMK berdasarkan Pergub Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2015 tentang UMK Jawa Timur Tahun 2016, tertanggal 20 Nopember 2015.

Disebutkan, UMK tertinggi adalah Kota Surabaya dengan nilai Rp3.045.000, atau lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp2,7 juta.

Diikuti Kabupaten Gresik sebesar Rp3.042.500, Kabupaten Sidoarjo senilai Rp3.040.000, Kabupaten Pasuruan Rp3.037.500 dan Kabupaten Mojokerto mencapai Rp3.030.000.

Sedangkan, nilai terendah UMK tahun depan, tercatat di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Magetan. Masing-masing kabupaten tersebut, memiliki besaran UMK yang sama sebesar Rp1.283.000. (Ep)

Leave a Reply