ASDP Terapkan dual tariff Berbeda Antara Siang dan Malam

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) bakal menerapkan dual tariff berbeda antara siang dan malam pada saat puncak arus mudik H-4 sampai H-1 Idul Fitri 1436 H.

Direktur Usaha ASDP Kemal Heryandra menjelaskan, sistem dual tarif diterapkan agar bisa memecah konsentrasi pemudik yang biasanya melakukan perjalanan malam hari. Karena bila semua pemudik memilih untuk menyeberang pada malam hari, maka penumpukan kendaraan tidak bisa dihindari.

Direktur Usaha ASDP Kemal Heryandra didampingi Direktur Usaha Penyebrangan ASDP La Mane dan Corporate Secretary ASDP Christine Hutabarat

Karena kapasitas pelabuhan saat ini tidak akan cukup untuk menampung arus kedatangan kendaraan yang meningkat luar biasa saat lebaran dan cenderung meningkat setiap tahunnya.

“Karena itu, untuk tahun 2015 ini kami memberikan alternatif tarif untuk penyeberangan lebih lancar dan lebih murah pada siang hari,” ujar Kemal di Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Sistem dual tarif Ini menurut Kemal, hanya akan diberlakukan di pelabuhan-pelabuhan yang paling padat dan punya potensi tinggi terjadinya antrean yakni di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang.

Pada malam hari antara pukul 18.00- 06.00 akan diberlakukan tarif yang lebih mahal yakni dua kali lipat dari tarif normal. Sementara pada siang hari, antara pukul 06.00-18.00 diberlakukan tarif yang lebih murah mengikuti harga normal yang berlaku.

“Kami tidak memberlakukan sistem ini untuk penunmpang pejalan kaki, bus penumpang dan truk sembako karena orientasi kami adalah untuk meminimalisasi terjadinya antrean mudk pada malam hari yang dapat mengganggu kenyamanan pemudik,” tegas Kemal.

Sementara itu Direktur Usaha Penyebrangan ASDP La Mane mengakui, akibat lonjakan luar biasa penumpang dan kendaraan saat lebaran, ada beberapa permasalahan sering terjadi yakni antrean di loket tiket meski sudah dilakukan penambahan loket penjualan.

Selain itu juga lahan parkir dan ruang tunggu pelabuhan pada malam akhir puncak mudik lebaran penuh sesak dengan kendaraan dan penumpang. Belum lagi kemacetan yang terjadi hingga di luar areal pelabuhan yang menyebabkan proses penguraian dan penertiban karena kemacetan atau antrean itu memakan waktu yang cukup lama.

Dan timbulnya rasa ketidaknyamanan dan kelelahan pemudik ini menimbulkan kesemrawutan luar biasa yang terjadi di luar areal pelabuhan sehingga mengganggu ketertiban, keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Dan tentu saja akan terjadi kondisi kemacetan dan kekacauan yang lebih parah pada puncak angkutan mudik Lebaran apabila terjadi cuaca buruk,” jelas La Mane.

Karena berbagai hal inilah, La Mane mengimbau kepada para pemudik untuk melakukan perencanaan perjalanan mudik yang lebih baik, demi kenyamanan dan kelancaraan mudik.

Untuk informasi lebih detail terkait perencanaan mudik yang lebih baik melalui moda penyeberangan, pengguna jasa bisa memanfaatkan saluran informasi yang disediakan PT ASD Indonesia Ferry yakni di call center 021-42882233, SMS: 081293931000, facebook: ASDP CUSTOMER CARE, Twitter:@info_ASDP dan email: [email protected] (edmenpaulus)

Leave a Reply