21 C
New York
Minggu, September 27, 2020

Buy now

Bank Indonesia Catat Sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan Alami Perbaikan Pertumbuhan Kredit

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Selama triwulan III-2015, pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan Jawa Timur relatif tidak beranjak jauh dari bulan sebelumnya. Setelah bulan Agustus 2015 pertumbuhan tahunan penyaluran kredit mencapai 10,81% (yoy), pada bulan September 2015 sedikit melambat menjadi 10,76% (yoy).

Secara nominal, nilai kredit yang disalurkan selama bulan September 2015 mengalami peningkatan sebesar 1,75% (mtm), dari Rp 356,09 triliun pada bulan Agustus 2015 menjadi Rp362,25triliun.

Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan realisasi kredit pada sektor utama Jawa Timur, khususnya sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada bulan September 2015, kredit yang disalurkan perbankan untuk sektor industri pengolahan tumbuh 14,85% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang mencapai 14,18% (yoy).

Demkian pula terdapat peningkatan pertumbuhan kredit pada sektor perdagangan dari 10,08% (yoy) menjadi 10,58% (yoy) dalam periode yang sama.
“Laju pertumbuhan kredit pada industri pengolahan,terutama diakselerasi oleh subsektor industri pupuk yang mengalami peningkatan 26,12% (yoy), dengan nilai nominal sebesar Rp 2,13 triliun,” kata Deputi Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Jatim, Syarifuddin Bassara. (15/11/15).

Peningkatan ini mengindikasikan adanya penambahan kapasitas produksi yang didukung oleh meningkatnya aktivitas investasi perusahaan pupuk di Jawa Timur.

Sementara itu perbaikan pertumbuhan kredit di sektor perdagangan terutama diperani oleh subsektor bahan perdagangan dalam negeri bahan-bahan konstruksi lainnya. Subsektor tersebut mencatat peningkatan kucuran kredit senilai Rp 438 miliar atau tumbuh sebesar 13,21% (yoy).
Meningkatnya pertumbuhan kredit di subsektor perdagangan bahan konstruksi ini membawa angin segar bagi perbaikan pertumbuhan ekonomi, seiring dengan meningkatnya realisasi proyek-proyek infrastruktur.

Diharapkan pertumbuhan kredit sektor-sektor ekonomi utama Jawa Timur dan juga sektor-sektor lainnya dapat terus meningkat sejalan dengan penurunan suku bunga bertahap oleh perbankan, sebagaimana tercermin dari suku bunga rata-rata tertimbang yang pada September 2015 turun menjadi 12,27% dari 12,32% pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit masih tetap ditopang oleh Kredit Modal Kerja (KMK), dengan pangsa sebesar 59,57%, diikuti oleh Kredit Konsumsi (KK) sebesar 26,49% dan Kredit Investasi (KI) sebesar 13,94%.

KI kembali tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 5,38% (yoy), sedangkan KMK dan KK menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya dengan laju masing-masing sebesar 11,91% (yoy) dan 11,18% (yoy).

“Peningkatan KK terdongkrak oleh Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang meningkat cukup signifikan,” jelasnya.

KKB mengalami pertumbuhan sebesar 16,80% (yoy) , didorong oleh pertumbuhan kredit kendaraan roda 2 yang tumbuh sebesar 30,27% (yoy). Peningkatan tersebut diyakini sebagai dampak dari kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) yang berlaku sejak Juli 2015. Indikasi dampak positif dari pelonggaran LTV tersebut juga tampak dari pertumbuhan KPR yang terus meningkat.

Pada bulan Juni 2015, pertumbuhan KPR sempat melambat di level 9,30% (yoy) dan setelah pelonggaran LTV, pertumbuhan KPR secara bertahap tumbuh mencapai 10,57 % di September 2015.

Penyaluran kredit UMKM di Jawa Timur tumbuh sebesar 9,96% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 8,41% (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit UMKM di wilayah kota Surabaya yang mencapai 14,06% (yoy).

Meningkatnya penyaluran kredit UMKM ini dipengaruhi oleh kebijakan perbankan dalam melakukan penurunan bertahap suku bunga kredit UMKM. Suku bunga kredit UMKM tercatat mengalami penurunan dari 14,56% di bulan Juni 2015 dan turun di level 14,38% pada posisi September 2015.
“Secara keseluruhan, kualitas kredit yang disalurkan oleh perbankan Jawa Timur masih relatif terjaga,dengan rasio NPL sebesar 2,19% atau membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,25%,” terangnya.

Adapun sektor-sektor yang mengalami penurunan rasio NPL adalah pertanian (-0,07%), industri pengolahan (-0,07%) dan perdagangan (-0,14%). Di sisi lain, melambatnya penyaluran kredit berdampak pada Loan to Deposit Ratio (LDR) yang sedikit menurun dari 88,70% pada bulan Agustus 2015 menjadi 88,01%. (EP/KS/RED)

Related Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

Stay Connected

20,744FansSuka
2,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

U Give Me Love Jadi Single Perdana ‘Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik

YOGYAKARTA (kabarsurabaya.com) - Trend musik mancanegara mempengaruhi perkembangan musik di Tanahair dari dahulunya. Saat ini Korean Pop (K-Pop) tengah dilirik oleh para penikmat musik di...

Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Kegiatan Gadai Tanpa Izin

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Satgas Waspada Investasi menemukan 50 usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK. Hal itu sesuai dengan Peraturan Otoritas...