10.8 C
New York
Jumat, Desember 9, 2022

Buy now

Dilarang Angkut Orang, Go-Jek Tantang Pemkot Sediakan Angkutan Solutif

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Adanya isu larangan untuk jasa layanan ojek online disikapi bijak oleh salah satu operator yang sudah mulai menjamur di Surabaya, Go-Jek. Menurut mereka, selama belum ada payung hukum atau larang yang tegas dari pemerintah pusat, mereka akan tetap kukuh untuk beroperasi. Termasuk di kota Pahlawan.

Salah satu pengemudi go jek sedang melintas di jalan Surabaya
Hal itu disampaikan oleh Supervisor Go-Jek Surabaya Alvin. Pihaknya mengakui bahwa sampai saat ini operasional ojek online memang masih belum ada payung hukumnya. Terutama terkait status angkutan umum. Namun begitu, Alvin menegaskan, sampai saat ini belum ada larangan atau sosialisasi dari pemerintah kota Surabaya terkait larangan tersebut.

“Sampai sekarang sih belum ada. Tapi, kami sekarang masih komit untuk tidak melanggar aturan yang bisa mengganggu lalu lintas kota,” kata Alvin, kemarin. (28/10/15).

Seperti, melarang para driver untuk mangkal di sekitar trotoar atau di badan jalan. Pihak managemen Go-Jek hanya mengijinkan para driver untuk magkal di sekitar tempat tinggal atau tempat mangkal yang memang disediakan.

Selain itu, dari segi keamanan dankeselamatan, sejumlah fasilitas juga diberikan pada penumpang. Mulai dari helm, masker, dan juga jaminan bahwa driver Go-Jek tidak akan main kebut-kebutan.

Menurut Alvin, jika memang pemerintah melarang operasional Go-Jek untuk mengangkut orang, maka pemerintah juga harus menyediakan solusi. Terutama terkait kebutuhan masyarakat akan adanya angkutan yang cepat, mudah, dan aman.

“Kalau mau melarang, maka dibalik lagi, pemerintah harusnya menyediakan angkutan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti Surabaya ini kan sudah mulai banyak macet, orang butuh bisa sampai ke tempat tujuan dengan ccepat, dan bisa mengantar dari titik yang dibutuhkan,” kata Alvin.

Selain itu, pihak managemen Go-Jek juga mengelak jika bisnis mereka dikatakan tidak mengutakan keamanan para penumpangnya. Justru dengan sistem yang berbasis online, membuat penumpang pun bisa tahu banyak informasi tentang driver yang dipesan.

“Kalau di kami, justru kemungkinan untuk tindak kriminalitas lebih sedikit. Seluruh data base driver ada di kami, penumpang pun bisa melihat identitas driver yang melayani, tentunya jika ada driver yang ingin berniat jahat juga akan berfikir dua kali,” ulas Alvin.

Begitu juga dengan angkutan barang, angkutan makanan, dan juga layanan belanja. Saat ini, Go-Jek bekerja sama dengan Polda Jatim. Dimana Polda Jatim juga menerjunkan timnya untuk memantau kiriman-kiriman barang.

Ada intel yang secara khusus memeriksa jasa barang yang dikirim melalui jasa Go-Jek. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kiriman barang-barang yang berbahaya. Termasuk narkoba.

“Total sampai saat ini ada 20 ribu driver yang ada di Surabaya. Jumlah itu adalah data terbartu setelah kita melakukan recruitmen massal di Kodam bulan yang lalu,” kata Alvin. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,604PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles