Dishub Ajukan Rp 216 M, Matangkan Penganggaran Feeder dan Trunk

SURABAYA (kabarsurabaya.com). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memiliki target khusus dalam menyusun rencangan anggaran keuangan (RAK) dalam penyusunan RAPBD tahun 2016 yang sampai kini masih terus dibahas.

Dishub mengajukan anggaran sebesar Rp 216 miliar. Yang menjadi acuan adalah peningkatan masalah penataan angkutan dan managemen parkir.Pelaksana Tugas Kadishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan dua masalah itu adalah yang paling sering mendapatkan keluhan masyarakat.

Serta dua hal itu yang ke depan menjadi fokus pembenahan terutama untuk persiapan sarana pendukung angkutan massal trem di Surabaya.

Yang pertama soal managemen angkutan massal, awal tahun depan, Dishub akan segera melakukan pembangunan halte untuk feeder dan trunk.

“Halte akan kita bangun sebanyak 60 titik baik itu trunk maupun untuk feeder. Kan sekarang sudah mulai dilakukan pembangunan tremnya. Jadi sarana pendukungnya akan segera kita siapkan,” kata Irvan, Senin (16/11/15)

Trunk adalah angkutan pendukung angkutan massal yang memiliki rute dari terminal Purabaya ke pelabuhan tanjung perak. Sedangkan untuk feeder adalah penunjang yang akan memiliki rute di sepanjang jalan Ir Soekarno.

Akan tetapi, Irvan menjelaskan, pemkot hanya memfailistasi pembangunan halte dan juga subsisdi harga tiket. Sedangkan untuk pengadaan sarana angkutan baik feeder maupun trunknya akan diserahkan pada pihak ketiga.

“Nanti kita lihat hasil kajiannya, berapa biaa operasional, dan berapa incomenya, kalau kurang nanti itu yang akan kita berikan subsidi untuk masyarakat. Agar angkutannya murah dan masyarakat mau untuk beralih ke angkutan massal,” teranf Irvan.

Seanjutnya adalah untuk persoalan managemen parkir. Irvan menyatakan di tahun 2016 nanti, Dishub akan segera menerapkan managemen parkir yang berprinsip adil. Yaitu yang tarifnya berubah sesuai dengan waktu lama tidaknya kendaraan diparkirkan. Atau yang selama ini disebutkan dengan parkir zona progresif.

Irvan menyatakan, penerapan sistem ini sejatinya sudah diterapkan di Tempat Khusus Parkir (TKP) yang dikelola Dishub. Dimana sistem ini terbilang cukup berhasil mengdongkrak capaian pendapatan Dishub hingga tercapai 120 persen yaitu Rp 16 miliar.

“Kalau kita bicara parkir, maka kita bicara retribusi yang diluar pajak. Yaitu parkir TKP dan parkir Tepi Jalan Umum (TJU). Yang TKP ini sudah kita katakan berhasil, maka tinggal membawa konsep ini ke TJU saja,” urainya.

Menurut Irvan, Dishub sudah memiliki kajian. Dimana yang akan dijadikan pilot project prakir TJU dengan progresif ini adalah di taman ungkul dan di kedungdoro. Sistem penarifan akan berlaku berdasarkan lawaktu lama kendaraan parkir di lokasi tersebut. Irvan mengatakan parkir zona ini lebih adil lantaran saat ini kendaraan yang parkir lima jam di TJU masih ditarif sama dengan kendaraan yang parkir hana satu jam.

Selain itu, dalam RAK yang disusun Dishub, pihaknya juga mengajukan penambahan empat bis sekolah. Sebab selama ini empat bis sekolah yang ada di Dishub sudah banyak menolah pengajuan peminjaman lantaran panjangnya waktu antrian.

“Sekarang yang mau mintam harus antri dua bulan. Memang gratis tapi ya fasilitas bisnya juga tidak banyak, belum ber AC, dalam pengadaan ini kita akan tambah yang ber AC dan sekalian bagus,” pungkas Irvan. (KS1/RED)

Tags: ,

Leave a Reply