Disnakertransduk Jatim Akan Lebih Ketat Awasi Tenaga Asing

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim akan mengawasi lebih ketat masuknya tenaga asing yang bekerja di Jatim.

ilustrasi para pekerja asing mulai banjiri Indonesia

Dalam pengawasan ini, Disnakertransduk berkerjasama dengan instansi tekait, baik dari unsur kepolisian maupun pihak imigrasi. Hal ini disampaikan Kepala Disnakertransduk Jatim, Sukardo terkait dengan ditemukannya tenaga asing yang bekerja di perusahaan, tanpa disertai dokumen resmi.

“Mereka (tenaga asing, red) yang bekerja di Nganjuk itu tenyata menggunakan visa kunjungan, sehingga dinilai menyalahi aturan keimigrasian maupun ketenagakerjaan,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Dijelaskan Sukardo, terungkapnya tenaga asing yang bekerja hanya dengan menggunakan visa kunjungan itu, berkat laporan dari masyarakat sehingga pihak aparat, baik dari disnaker, kepolisian dan imigrasi terjun langsung ke lapangan. Hasilnya, ditemukan 20 orang tenaga asing asal Cina bekerja menggunakan ijin visa kunjungan wisata.

“Karena itu, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam membantu pemerintah untuk ikut pula melakukan pengawasan tehadap perkerja tenaga asing di Jatim. Seperti yang di Nganjuk ini,” terangnya.

Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa tenaga asing yang bekerja di Jatim harus memiliki kompetensi sesuai dengan keahlian. Dan jika tidak memiliki kompetensi, maka akan ditolak bahkan dipulangkan ke negaranya.

“Saat ini, keberadaan 20 tenaga asing asal Cina sedang diproses pihak imigrasi untuk dipulangkan,” tuturnya.

Bahkan lebih jauh Sukardo menjelaskan bahwa pihaknya bersama aparat tekait akan melakukan pemantauan langsung di lapangan, karena disinyalir di wilayah Gerbangkersosusilo banyak tenaga asing yang bekerja.

“Ada usulan melakukan operasi bersama ke mal-mal. Karena diindikasikan keberadaan tenaga asing banyak di mal-mal,” pungkasnya. (EP)

Leave a Reply