2.3 C
New York
Kamis, Desember 1, 2022

Buy now

DKP Tanam Pohon di Pedistrian, Sambut UN Habitat

SURABAYA Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya terus berbenah mempercantik wajah kota. Tujuannya diantaranya menyambut kedatangan 5000 orang delegasi pertemuan multi-negara Preparatory Meeting Committee Meeting 3 (PrepCom-3) UN Habitat.

Persiapan Pemkot Surabaya ini dimulai melakukan persiapan fisik. Salah satunya, Dinas Kebakaran dan Pertamana (DKP) telah mengajukan anggaran Rp 8 miliar untuk pengadaan pohon di pedistrian, dan juga pengadaan lampu dan sarana kebersihan kota Surabaya.

Rencananya UN Habitay bakal berlangsung selama sepekan mulai 23 Juli 2016. Kendati masih tahun depan akan tetapi menurut Kepala DKP Chalid Bukhari menyatakan, pemkot Surabaya tentunya tidak ingin tampil buruk dan dianggap sebelah mata oleh para tamu yang berasal berbagai negara di duni tersebut.

Salah satu taman median jalan samping pedestrian kantorBank Indonesia Perwakilan Jatim yang sudah dibenahi
“Maka kita akan percantik kota kita agar tidak malu karena membawa nama baik Surabaya dan Indonesia. Bukan hanya DKP, tapi SKPD lain seperti Dinas PU Bina Marga dan Pematusan dan juga mengusulkan anggaran,” kata Chalid, Sabtu (14/11/15).

Untuk DKP, dikatakan Chalid, pengajuan dana Rp 8 miliar itu memang belum final. Pengajuan itu masih menunggu pembahasan RAPBD di DPRD yang sampai saat ini belum disahkan. DKP sendiri sudah memiliki rencana anggaran keuangan (RAK) untuk dana tersebut. Diantaranya adalah untuk pengadaann alat kompaktor.

Setidaknya ada 20 mobil kompaktor yang akan ditambah tahun depan. Jumlah tersebut melengkapi 14 mobil kompaktor yang sudah dimiliki DKP sebelumnya.

“Jadi nanti harapannya pas tamu datang sudah tidak ada sampah yang masih berserakan di tempat tempat pembuangan sementara. Langusung diangkut pakai kompaktor dan tidak kotor,” jelas Chalid.

Tidak hanya itu, Chalid menyatakan dana tersebut juga akan digunakan untuk membeli ribuan pohon untuk ditanam di pedistrian yang ada di Surabaya. Ia menegaskan, bukan hanya pedistrian yang ada di tengah kota, melainkan juga di kawasan pinggiran.

Sebab selama seminggu di Surabaya, para tamu juga akan diajak untuk meninjau beberapa lokasi di Surabaya. Salah satunya adalah jembatan Kenjeran.

“Bukan hanya beli, tapi kita juga mengandalkan adanya CSR yang ada di Surabaya untuk memberikannya dalam bentuk pohon. Seperti yang beberapa waktu lalu pernah dilakukan oleh salah satu otlet di pusat perbelanjaan di Surabaya. Itu sudah mulai jadi tren yang bisa dimanfaatkan,” ulasnya.

Dengan adanya pohon di tepi-tepi pedistrian akan membuat nyaman para pejalan kaki. Lantaran tidak perlu terkena panas dan terasa rindang. Selain itu dikatakan Chalid langkah penghijauan ini juga erat kaitannya dalam menjaga kualitas iklim lokal di Surabaya. Yang diharapkan bisa menurunkan suhu dalam kota dan mengurangi polusi udara.

Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) DKP M Aswan menambahkan, dana Rp 8 miliar itu juga akan dipakai untuk merehab titik titik potensi wisata di Surabaya. Seperti monumen dan juga tugu dan situs siuts yang lain.

Khususnya untuk dilakukan rehab dengan pengecatan. Tujuannya tak lain agar Surabaya tampak menarik dan enak dilihat mata oleh para tamu dari berbagai belahan negara di dunia.

“Selain itu kita juga akan melakukan sejumlah langkah dekorasi lampu-lampu untuk mempercantik kota Surabaya. Kia juga berencana untuk menambah jumlah lampu LED,” kata Aswan.

Memang saat ini belum seluruh wilayah Surabaya sudah berlampu LED. Baru 2000 titik PJU saja yang sudah pakai LED, sedangkan tahun depan dikatakan Aswan akan ditambah lagi jumlahnya sekitar 800 titik lagi.

Sementara itu Kepala Bappeko Agus Imam Sonhaji mengatakan pemkot kini mulai menggarap proyek-proyek penunjang berupa pedestrian.

“Tempat acara sudah fix di Grand City. Untuk itu, pedestrian di sekitar lokasi akan kita benahi,” ujarnya.

Adapun pedestrian yang akan dibenahi antara lain, pedestrian di Jl. Walikota Mustajab dan Jl. Wijaya Kusuma. Di lokasi tersebut, pembenahan pedestrian merupakan hasil kerjasama CSR pihak swasta.

Di samping itu, Pemkot juga akan membenahi pedestrian di Jl. Embong Malang (sisi kanan), Jl. Blauran dan Jl. Praban. Hal itu bertujuan mendukung konsep mlaku-mlaku nang Tunjungan dengan cara menggarap pedestrian di sekitaran kawasan Tunjungan.

Tidak hanya pedestrian, Kampung Nelayan Kenjeran dan ekowisata mangrove juga tak luput dari perhatian Pemkot. Proyek prestisius Jembatan Kenjeran merupakan bagian dari upaya penataan kawasan pesisir.

Harapannya, melalui sejumlah pembenahan, kawasan Kenjeran dan ekowisata mangrove bisa lebih tertata. “Seluruh proyek penunjang, khususnya pedestrian ditarget selesai pada Juni 2016. Sedangkan untuk Jembatan Kenjeran rencananya rampung akhir tahun ini,” pungkasnya. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,590PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles