2.3 C
New York
Senin, Desember 5, 2022

Buy now

Gubernur : Bangkalan akan Menjadi Daerah Penting

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bangkalan meski merupakan daerah yang sangat melimpah sumber daya alamnya, namun pembangunannya masih belum optimal. Karena itu, Pemkab Bangkalan perlu terus mendorong pembangunannya, terutama di sisi kaki Suramadu. Hal ini dikemukakan Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo,  saat membuka Bangkalan Suramadu Festival (BSF) di Desa Be’ingas, Kecamatan Labang, Minggu (4/10/2015).

BSF yang masuk dalam rangkaian acara peringatan hari jadi Bangkalan ke 484 ini, akan digelar hingga sepekan mendatang, dengan memamerkan produk unggulan hasil industri Bangkalan seperti batu akik, tali agel, sepatu lukis, industri kreatif muda, dan industri kecil menengah.

Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) juga mengatakan, syarat pembangunan bisa berjalan sukses dan lancer yakni harus adanya kepastian terhadap tanah untuk investasi. Ketersediaan tanah dan lokasi investasi yang layak di Bangkalan harus terus diperhatikan. Termasuk proses perijinan yang juga harus cepat dan beres.

“Syarat untuk membangun Bangkalan lebih sejahtera adalah tanah harus tersedia dan beres. Proses ijinnya harus cepat dan bersih, tidak boleh ada pungutan,” ungkapnya

Pakde Karwo juga menambahkan, Bupati dan Wakilnya, DPRD, hingga tokoh masyarakat agar terus menyejahterakan rakyat. Caranya adalah dengan mendukung investasi disetiap lokasi yang menjadi tujuan investasi.

“Saya jamin pembangunan di sekitar wilayah Suramadu akan sukses jika kiai, tokoh masyarakat, agama hingga Bupati dan Wakil Bupati terus kompak untuk bertemu mendiskusikan kemajuan pembangunan yang baik seperti apa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, investor tidak akan mau apabila status tanah tidak jelas atau perusahaan berada diatas tanah sengketa. Dan bagi Pakde, investasi tidak perlu selalu membayangkan dari pihak asing. Investor bisa hadir dari tetangga terdekat Bangkalan seperti Surabaya, Lamongan hingga Gresik.

“Kita bisa lihat mulai dari sisi Suramadu hingga Tanjung Bumi memiliki kandungan emas. Ini adalah raksasa tidur yang harus dibangunkan,” imbuhnya.

Prinsip dasarnya adalah, setiap pembangunan di wilayah Bangkalan tidak boleh merusak kekhasan kultur dari masyarakat Madura yang spiritual dan religius. Dan Pemprov akan Jatim terus bersinergi dengan Universitas Trunojoyo dalam menyejahterakan masyarakat Madura.

“Salah satunya adalah dengan mengembangkan industri garam, tembakau dan tanaman tebu,” lanjut Gubernur.

Soekarwo juga mengingatkan bahwa Bupati, Wakil Bupati dan DPRD harus kompak. Dan jika ada perbedaan dan perselisihan, hendaknya dapat diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat, karena Bangkalan adalah motor penggerak daerah di Pulau Madura.

“Saya yakin Bangkalan akan menjadi daerah penting bagi Jatim, karena semua syarat makmur ada di Bangkalan,” terangnya.

Selain itu, Soekarwo juga memberikan stimulus bantuan permodalan sebesar Rp 400 miliar kepada UMKM yang akan disalurkan melalui Bank Jatim dengan bunga 2% per tahun, dengan suku bunga kredit efektif sebesar 5%  per tahun, lalu BPR diperkenankan menyalurkan dana kepada UMKM dengan suku bunga maksimal 10% per tahun.

Sementara Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus hasil kerajinan dari pedagang UMKM masyarakat Madura.

Selain itu, pameran ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan kerajinan daerah Bangkalan mulai dari Batik Madura, Pecut Bangkalan, Batu Akik Madura, Baju tradisional hingga jamu tradisional Madura.

“Ini merupakan bukti kami, bahwa kami siap untuk menerima investor. Selain itu, melalui kegiatan ini menunjukkan keberpihakan Pemkab Bangkalan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL),” pungkasnya. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,596PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles