Hadapi Lebaran, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H, PT Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) mengambila langkah-langkah persiapan guna mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG di wilayah Jawa Timur – Bali Nusa Tenggara.

Seperti dikemukakan GM Marketing Operation Region V PT Pertamina Ageng Giriyono, untuk mengantisipasi lonjakan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 2 Juli sampai 1 Agustus 2015.

GM Marketing Operation Manager Region V PT Pertamina, Ageng Giriyono (tengah) dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (22/6/2015).

“Satgas ini dibentuk dengan tujuan agar kebutuhan BBM dan LPG selama Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H senantiasa terpenuhi dengan lancar dan dalam jumlah yang mencukupi, serta penyaluran BBM dan Non BBM berjalan lancar,” jelas Giriyono kepada media di Surabaya, Senin (22/6/2015).

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H, diperkirakan kebutuhan BBM bersubsidi untuk transportasi darat akan mengalami peningkatan pada H-7 sampai dengan H+7.

“Sebagai antisipasi lonjakan itu, Pertamina akan melakukan peningkatan stok premium sebesar 30% dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 17.786 KL/hari dari konsumsi normal sebesar 13.969 KL/hari,” ujarnya.

Sementara untuk solar, menurut Giriyono, meskipun diprediksi akan terjadi penurunan terkait larangan beroperasi bagi kendaraan berat tmt H-4 sampai H+1 Idul Fitri, stok solar tetap disiagakan sesuai kebutuhan normal yaitu sekitar 5.857 KL/hari.

Untuk SPBU yang berada di jalur strategis arus mudik/balik yang belum menyediakan layanan produk Pertamax Series dan Pertamina Dex, menurut Giriyono pihaknya menginstruksikan agar SPBU tersebut menjual produk Pertamax Series dan Pertamina Dex dalam bentuk kemasan.

“Untuk mengantipasi kemacetan, kami menyiapkan SPBU kantong di 8 titik rawan macet di Jatim, yaitu di wilayah Probolinggo, Kediri, Jember, Situbondo, Blitar, Bojonegoro, Trenggalek, dan Nganjuk,” tambahnya.

Selain itu, tambah Giriyono, pihaknya menginstruksikan kepada SPBU-SPBU di jalur strategis arus mudik/balik untuk membuka operasionalnya selama 24 jam dan menjaga ketahanan stoknya terutama pada H-7 sampai H+7 melalui penambahan delivery order.

“Untuk memastikan kelancaran supai BBM, kami telah berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan pihak eksternal lainnya seperti bank persepsi dan jajaran POLRI/DLLAJR untuk memperlancar angkutan BBM/LPG di titik macet. Selain itu juga berkoordinasi dengan otorita Dermaga untuk kelancaran suplai BBM yang dikirim melalui tanker,” jelas Giriyono.

Kebutuhan LPG

Sementara untuk kebutuhan LPG diprediksi akan mengalami peningkatan di awal Ramadan, saat Idul Fitri, dan pasca Idul Fitri. Oleh karena itu, Pertamina akan menambah stok guna mencukupi kebutuhann masyarakat akan LPG.

“Kami menyiapkan penambahan stok LPG 3 kg sampai 10% atau 109.737 metrik ton (MT) per bulan dibandingkan konsumsi normal sebesar 99.761 MT/bulan,” kata Giriyono.

Selain itu, Pertamina juga menginstruksikan kepada semua SPBE dan agen untuk meningkatkan buffer stok LGP dan menambah waktu pelayanan. Saat ini, di wilayah MOR V, ada 14 SPBE sebagai penunjang operasional.

“Kami menunjuk beberapa agen Satgas dan pangkalan siaga yang tetap buka pada hari H Idul Fitri. Sedangkan untuk mengantisipasi pangkalan LPG yang tutup pada saat Idul Fitri, kami akan menyediakan LPG 3 kg dan 12 kg di 460 SPBU yang tersebar di wilayah Jatim Bali Nusatenggara, sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan LPG sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Di samping itu, Pertamina akan menyiagakan 18 SPBE Kantong yang tersebar di wilayah Jatim dan Nusa Tenggara Barat sebagai antisipasi kendala kemacetan.

“Stok LPG di Depot LPG secara konsisten akan terus dipertahankan di level aman melalui suplai dari Kilang Refinery Unit IV Cilacap, Refinery Unit V Balikpapan, dan impir via Terminal BBM Tuban,” pungkasnya. (Edmen Paulus)

Leave a Reply