20.2 C
New York
Rabu, Juni 16, 2021

Buy now

Hadapi Lebaran, TPID Jatim Gelar Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Team Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur melalui Disperindag Jawa Timur dan Bulog Divre Jawa Timur, sejak tanggal 16 Juni s.d 15 Juli 2015 selama 1 bulan penuh melakukan Operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut secara serempak di 78 pasar di 38 Kab/Kota, untuk 4 Komoditas pangan strategis yaitu beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng.

Ir Any Mulyandari, MM,
Seperti dikemukakan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian & Perdagangan Provinsi Jawa Timur Ir. Any Mulyandari, MM, operasi Pasar Bantuan Ongkos Angkut ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan TPID Jawa Timur terkait ketersediaan dan kelancaran pasokan selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di Jawa Timur, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Selain kegiatan itu, TPID Jawa Timur bersama jajaran instansi terkait juga melakukan Pasar Murah Ramadhan dan akan melakukan Operasi Pasar Situasional apabila terjadi tekanan harga untuk komoditas pangan strategis lainnya,” ujar Any dalam acara Bincang-Bincang Media (BBM) di kantor Bank Indonesia, Rabu (17/6/2015).

Strategi lainnya yang dilakukan TPID Jawa Timur menurut Any, adalah melakukan percepatan distribusi barang kebutuhan pokok dengan memprioritaskan transportasi angkutan yang mengangkut bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak.

Selain itu juga tidak membatasi angkutan barang pengangkut kebutuhan pokok untuk beroperasi menjelang Lebaran, mempersiapkan jalur alternatif distribusi bahan pokok mengantisipasi kepadatan lalu lintas menjelang Lebaran, serta menjamin keamanan penyaluran bahan kebutuhan pokok masyarakat melalui pengawasan distribusi, khususnya barang-barang yang disubsidi bersama Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Timur.

Sementara terkait pengendalian tarif angkutan, TPID Jawa Timur menurut Any akan berkoordinasi dan bersama Dinas Perhubungan dan LLAJ Jawa Timur menyediakan sarana transportasi mudik gratis, pengawasan intens tarif angkutan, serta penyediaan posko pengaduan untuk mengawasi penetapan tiket Angkutan Kota Dalam Provinsi.

Sementara itu menurut Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Soekowardojo, berbagai kegiatan yang dilakukan oleh TPID Jawa Timur ini nertujuan untuk mengurangi tekanan risiko inflasi yang cenderung meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Sampai dengan minggu ke-3 Juni 2015 berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan pantauan harga dari SISKAPERBAPO (www.siskaperbapo.com) mulai menunjukkan peningkatan, khususnya pada komoditas beras, telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang merah.

Inflasi Jawa Timur masih relatif terkendali. Ini tercermin dari inflasi Mei 2015 yang sebesar 0,41% (mtm) terendah ketiga di Kawasan Jawa setelah DKI Jakarta (0,34%) dan DI Yogyakarta (0,36%). Dan dengan adanya berbagai strategi dan rencana aksi TPID Jatim ini, diharapkan inflasi Jawa Timur menjelang Ramadhan dan Lebaran 2015 dapat terkendali dan ketersediaan komoditas pangan strategis masyarakat dapat lebih terjaga.

“Oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas inflasi di Jawa Timur yaitu dengan membeli barang secukupnya dan sewajarnya karena pasokan pangan Jawa Timur menjelang Lebaran diperkirakan cukup,” jelas Soekowardojo. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,995FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles