Imigrasi Perak Targetkan bisa Segera Wujudkan ULP

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Berbagai inovasi tak henti-henti terus dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak. Setelah mendapatkan penghargaan bergengsi dari Ombudsman Repbulik Indonesia (ORI) terkait pelayanan pada Desember 2015 lalu, Kantor Imigrasi yang memiliki wilayah kerja Surabaya Utara, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban ini, akan terus melakukan terobosan-terobosan baru di tahun 2016 ini.

Saffar Muhammad Godam, SH. MH, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak

Diantaranya untuk memberikan pelayanan prima bagi pemohon paspor yang seringkali terlihat menumpuk di kantor satu-satunya Jl. Darmo Indah Surabaya,  Imigrasi Tanjung Perak bakal mendirikan Unit Layanan Paspor (ULP) di salah satu wilayah kerja Tanjung Perak di luar Surabaya, yang rencananya akan ditempatkan di lokasi yang berdekatan area perbelanjaan.

Dikatakan Saffar Muhammad Godam, SH. MH, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, karena ditargetkan sebelum pertengahan tahun ULP sudah harus selesai dan sudah beroperasi, maka akan segera dilakukan survey mana lokasi yang tempat untuk pembuatan paspor selain di Surabaya.

“Bila perlu lokasinya dekat dengan tempat perbelanjaan,”  ujarnya saat dihubungi, Minggu (3/1/2016).

Ditegaskan Godam, sapaan akrabnya, berdirinya ULP di wilayah kerja Imigrasi Tanjung Perak ini harus segera diwujudkan, dengan alasan karena sudah saatnya imigrasi memberikan pelayanan pemohon paspos, tanpa harus merepotkan mereka yang berasal dari luar Surabaya.

Alasan pertama memang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengurangi jarak tempuh yang dilalui. Seperti bila ULP didirikan di Gresik, maka mereka yang dari Lamongan tidak terlalu jauh.

“Yang kedua adalah untuk mengurangi penumpukan permohonan paspor di satu titik di kantor ini. Jadi tidak tumplek blek disini,” sambung mantan Direktur Akademi Imigrasi (AIM) Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi  ini.

ULP yang nantinya akan melayani sekitar 60 pemohon paspor dalam sehari dengan disediakan 4 loket ini, telah dianggarkan dana sebesar Rp 400 juta untuk menyewa lokasi selama setahun, Dan dengan adanya ULP ini nantinya, diharapkan dapat memberikan kemudahan dan pelayanan seiring dengan banyaknya perubahan yang sudah terjadi di Imigrasi Tanjung Perak.

“Sudah waktunya ULP ini ada. Karena memang kantor kita sudah tak mampu menampung jumlah pemohon yang sehari mencapai 300 pemohon. Makanya diperlukan ULP,” terang Godam.

Ia juga menambahkan, untuk lokasinya bisa di Lamongan atau Gresik. Tim sekarang sedang melakukan survey lokasi.

“Harapan kita, lokasinya bisa berdekatan dengan mall atau pusat perbelanjaan. Jadi sambil berbelanja, bisa urus paspor. Mereka yang tempat tinggalnya jauh dari Surabaya, bisa mengurus paspor di ULP,” pungkas mantan Kepala Kantor Imigrasi di Palembang ini. (KS6/Red)

Leave a Reply