Jelang Musim Haji, Imigrasi Beri Pembekalan Ratusan KBIH

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Untuk mengantisipasi agar calon jamaah haji (CJH) tidak kebingungan saat pengurusan dokumen terutama menyangkut Keimigrasian. Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, memberikan pembekalan terhadap 200 kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH), Dispendukcapil dan Kementrian Agama (Kemenag) dari Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.

Dalam kegiatan itu muncul banyak pertanyaan dan persoalan terkait acara pembekalan yang bertajuk ‘Sosialisasi Tata Cara Permohonan Paspor Calon Jamaah Haji Tahun 1437 H/ 2016 M’ ini. Seperti mengenai persoalan pengunaan KTP lama yang kemudian ada aturan baru mengurus paspor dengan menggunakan e-KTP.

Sedangkan banyak CJH mengisi lembar BPIH (biaya dan penyelenggaraan ibadah haji) menggunakan KTP lama dan rata-rata sudah mati.

“Rata-rata calon jamaah ini mengisi formulir tahun 2009 dengan KTP lama. Sementara ada aturan baru harus memakai e-KTP,” tanya Wahid, Kasi Haji, Kemenang Kabupaten Bojonegoro.

Yasin, perwakilan KBIH asal Lamongan, menanyakan soal penggunaan nama harus tiga suku jika hendak umroh maupun haji. Mengingat untuk nama yang diawali kata Siti, Abdul, Nur, Nurul, Zainal dan Abu, dihitung satu suku kata.

“Ada nama Zainal Abidin, terus Siti Fundari dan Abu Dardak, itu dihitung satu suku kata. Dan harus ditambahi dua suku kata lagi. Ini kan juga membingungkan bagi kami,” tanya Yasin.

Perwakilan KBIH, Kemenang dan Dispendukcapil juga mengharapkan Imigrasi jemput bola. Sebab, jarak yang ditempuh untuk warga Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, cukup jauh.

Kakanim Tanjung Perak, SM Godam memberikan penjelasan kepada ratusan KBIH.

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Tanjung Perak, Saffar Muhammad Giodam mengatakan, pihak imigrasi akan memberikan kemudahan CJH dalam melaksanakan niat suci untuk beribadah di tanah suci Mekkah.

“Sosialisasi ini untuk memberikan pelayanan kepada masyakat yang akan melaksanakan ibadah haji. Tujuannya mempemudah dan memperlancar jelang pelaksanaan dengan mengandeng stakeholder. Intinya menyamakan persepsi,” terang Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, yang menggelar acaaa tersebut di Hotel Shangri-La.

Dari pembekalan bertajuk ‘Sosialisasi Tata Cara Permohonan Paspor Calon Jamaah Haji Tahun 1437 H/ 2016 M’, terbukti masih banyak KBIH yang belum pahan akan aturan pengurusan paspor.

Dengan dipertemukannya KBIH, Dispendukcapil dan Kemenag, Imigrasi berharap persoalan yang dihadapi CJH menemukan jalan keluar.

“Kami berharap ini menjadi jembatan komunikasi antara stakeholder. Tadi, ketika ada perwakilan KBIH menanyakan kesulitan mengurus paspor. Sudah dijawab oleh perwakilan Dispendukcapil. Pihak Dispendukcapil, akan memberikan solusi. Cukup KTP, KK (kartu keluarga) dan Akta Kelahiran,” tegas mantan Direktur Akademi Imigrasi (AIM) ini. (KS/RED)

Leave a Reply