Kapal Perang TNI AL Temukan Orang Jatuh di Laut

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Satgas Ops Pamtas) Indonesia dan Australia tahun 2016, melaksanakan latihan pertolongan orang jatuh di Laut berlangsung di perairan Laut Jawa. Rabu (23/3/2016).

Kapal Perang TNI AL Temukan Orang Jatuh di Laut

Latihan pertolongan orang jatuh di laut merupakan salah satu rangkaian latihan dalam rangka operasi pengamanan perbatasan yang diikuti oleh tiga KRI jajaran Koarmatim yaitu KRI Lambung Mangkurat (LAM)-374, KRI Singa-651 (SNA), KRI Badik (BDK)-623.

Melalui release yang diterima kabarsurabaya.com, Jumat (25/3/2016) dijelaskan, dalam latihan ini disimulasikan pertolongan tehadap anggota KRI Badik atas nama KLK TTG Arika saat jatuh dari kapal diakibatkan terpeleset di Geladak kapal yang licin karena hujan lebat, seketika itu pula Komandan KRI Lambung Mangkurat-374  Mayor Laut (P) Yiek Makhmud Auguszal memerintahkan anggota untuk menurunkan sekoci karet, melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap personil yang  jatuh ke laut.

Untuk pertolongan pertama korban yang sudah pingsan karena banyak tertelan minum air laut, namun korban dinyatakan masih hidup maka dengan sigapnya para prajurit dilaksanakan penanganan oleh dokter dan Tim kesehatan KRI LAM melaksanakan Basic Life Support dengan mengecek nadi, cek mulut dan penanganan medis lainnya.

Setelah diadakan pengecekan tim dokter melaksanakan Rejat Pijat Jantung (RJP) dan Paru selama 20 menit, kemudian pasien mulai sadar, maka dilaksanakan pemasangan oksigen dan infus, yang selanjutnya dibawa ke ruang kesehatan untuk kemudian  dirujuk ke rumah sakit terdekat yaitu Lanal Tegal untuk tahap pengobatan selanjutnya.

Usai melaksankan peran pertolongan di Laut, seluruh peserta melanjutkan latihan peran pembekalan di Laut  RAS (Replenishment At Sea). Oleh unsur-unsur Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Australia Tahun 2016. (EP)

Leave a Reply