23.2 C
New York
Minggu, September 27, 2020

Buy now

Kapolri Resmikan Museum “Hoofdbureau” Polrestabes Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Badrodin Haiti meresmikan Biro Besar Polisi Surabaya atau dulu akrab disebut “Hoofdbureau van Politie te Surabaia” sebagai Museum Hidup Polrestabes Surabaya.

Dalam peresmian museum “Hoofdbureau” yang merupakan Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) di Jalan Sikatan 1 Surabaya ini, Badrodin mengatakan bahwa di gedung ini sejarah dilahirkan, dan semangat-semangat para pejuang muncul.

“Selamat dan manfaatkan museum ini sebaik-baiknya,” ujarnya di sela peresmian renovasi pelestarian cagar budaya dan museum hidup “Hoofdbureau”, Sabtu malam (10/10/2015).

Menurut Badrodin, di gedung peninggalan Belanda tersebut memiliki nilai arsitektur dan nilai sejarah tinggi sehingga harus benar-benar terjaga meski pemimpinnya berganti-ganti.

“Jangan sampai ganti pemimpin maka berubah pula peruntukan gedung ini. Ingat, gedung inilah saksi pelucutan senjata tentara Jepang oleh pasukan polisi istimewa,” ucapnya.

Selain sebagai kantor polisi, Jenderal bintang empat tersebut berharap gedung ini juga dimanfaatkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sejarah serta lokasi pariwisata sekaligus ikon “Kota Pahlawan”.

“Surabaya sangat banyak gedung tua dan bersejarah. Jangan sampai tidak terawat, bahkan kumuh dan mengotori kota. Sebagai warga Surabaya, mari dijaga dan dilestarikan,” kata mantan Kapolda Jatim tersebut.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Yan Fitri mengaku bersyukur dan bangga atas peresmian museum “Hoofdbureau” yang dalam Bahasa Indonesianya berarti kantor besar.

“Sebagai bangsa besar maka sudah selayaknya tak melupakan sejarah. Kota ini memiliki sejarah besar, baik sebelum meraih kemerdekaan, hingga setelah merdeka,” katanya.

Yan Fitri mengakui, mengumpulkan barang-barang atau benda bersejarah memang bukan perkara mudah, apalagi yang menyangkut sebuah institusi, seperti kepolisian. Dibutuhkan sekitar 4 bulan untuk merenovasi dengan bekerja sama dengan tim cagar budaya untuk menggali tapak-tapak sejarah, termasuk mengumpulkan data-data terkait “Hoofdbureau”.

“Tim juga terus berupaya mencari dan mengumpulkan barang-barang bersejarah yang pernah berada di sini. Sejumlah temuan-temuan cagar budaya di sudut-sudut gedung juga menjadi harta paling berharga,” kata perwira menengah tersebut.

Untuk menjadikan jati diri Hoofdbureau kembali seperti masanya dulu, Yan Fitri harus merenovasi gedung yang sudah banyak perubahan dari wajah aslinya itu. Ia mengaku, di bagian luar gedung, 90% kondisinya masih asli.

“Kalau di dalamnya, sekitar 40 masih seperti dulu. Tapi, kalau keseluruhan kami kembalikan dalam bentuk aslinya, ruang kerja bisa tidak ada disini,” tuturnya.

SEJARAH PANJANG HOOFDBUREAU

Menurut sejarah yang sempat tercatat, istilah Hoofdbureau dikenal secara umum tahun 1928. Gedung museum tersebut, adalah pertama dimiliki polisi Surabaya, yang sebelumnya selalu berpindah-pindah tempat.

Pernah, polisi Surabaya numpang di gedung Residen, kemudian menempati gedung kantor Pos Kebunrojo yang dulunya bernama Hoogere Burger School di Regenstraat.

Selanjutnya, pada masa penjajahan Jepang, gedung Hoofdbureau berhasil direbut Jepang. Namun, pasukan negeri matahari terbit itu tidak mengubah fungsi gedung dan masih digunakan sebagai markas kepolisian Surabaya.

“Yang pasti, gedung ini menyimpan saksi sejarah besar kepolisian, khususnya polisi Surabaya,” cetus Yan Fitri.

Museum ini, lanjut Yan Fitri, banyak mengoleksi benda-benda yang dulu digunakan polisi, mulai dari senjata, alat alat penyelidikan, identifikasi, hingga meja tugas polisi. Ada beberapa senjata koleksi buatan tahun 1895, berupa pistol jenis Lee Enfield buatan Inggris. Benda sejarah polisi lainnya adalah pistol Leger Parabellum buatan tahun 1898, Shotgun Colt Doble Hammer buatan Amerika Serikat pada 1875.

“Ada juga Pistol Cold Revolver 38 buatan 1945, SMR Bren MK III buatan Britania pada 1935, SKS/Coeng buatan Uni Soviet pada 1935 dan ada juga beberapa senjata lainnya yang kami koleksi di museum ini,” papar Yan.

Selain itu, di dalam lemari kuno di museum, ada juga kamera dengan beragam usia yang dulu kerap digunakan polisi dalam proses identifikasi. Bahkan ada yang ditemukan diatas atap gedung.

“Ada juga benda dari hibah, seperti seragam polisi istimewa zaman perjuangan, yang disumbangkan khusus dari keluarga salah satu anggota Polisi Istimewa. Ada juga seragam hibah dari Jenderal Sutarman dan Komjen Ito Sumardi,” tambah Yan.

Masih banyak lagi, koleksi yang dipajang di museum, seperti halnya seragam dari Jenderal Bimantoro yang pernah menjabat sebagai Kapolri ke 16 pada 2000 lalu yang sekaligus pernah menjabat Kapolwiltabes Surabaya di era 1993-1996.

Museum Hdiup Polrestabes Surabaya ini juga dilengkapi dengan ruang kerja Muhammad Yasin yang menjadi Bapak Brimob Polri ini.

“Silakan, siapa saja untuk datang berkunjung di museum ini. Karena dibuka untuk umum,” pungkas Yan Fitri. (Ep)

Related Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

Stay Connected

20,744FansSuka
2,378PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

U Give Me Love Jadi Single Perdana ‘Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik

YOGYAKARTA (kabarsurabaya.com) - Trend musik mancanegara mempengaruhi perkembangan musik di Tanahair dari dahulunya. Saat ini Korean Pop (K-Pop) tengah dilirik oleh para penikmat musik di...

Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Kegiatan Gadai Tanpa Izin

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Satgas Waspada Investasi menemukan 50 usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK. Hal itu sesuai dengan Peraturan Otoritas...