21 C
New York
Senin, September 28, 2020

Buy now

Komisi C : Pemkot Harus Akuisisi Bangunan Cagar Budaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kasus pembongkaran rumah radio yang dipakai Bung Tomo saat menggelorakan semangat perlawanan arek-arek Suroboyo di Jalan Mawar nomor 10, membuat kalangan dewan prihatin, karena bangunan cagar budaya (BCB) tersebut bernilai historis tinggi bagi warga Surabaya.

Karena itulah, Komisi C DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (pemkot) membeli seluruh BCB yang ada di Surabaya.

Menurut anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius, akuisisi ini perlu dilakukan agar tak terjadi lagi kasus perobohan rumah cagar budaya, seperti bekas tempat Bung Tomo berpidato mengobarkan semangat juang melawan tentara kolonial di Surabaya 1945 lalu.

Beberapa Bangunan Cagar Budaya yang ada di Surabaya

“Bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis, apalagi heroik seperti rumah Bung Tomo dan Cokroaminoto, harus segera diakuisisi dengan cara dibeli,” katanya.

Awey, sapaannya, meminta pemkot mengkaji dan memilah ulang 273 bangunan di Kota Pahlawan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Untuk bangunan yang tanpa disertai kajian teknis atau asal stempel BCB, dia minta dibebaskan saja status cagar budayanya agar tidak menjadi beban pemkot terkait perawatannya.

Sementara terkait kasus perobohan Rumah Radio Perjuangan Bung Tomo, dia juga mengusulkan supaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membentuk tim investigasi internal.

Bangunan Cagar Budaya yang ada di Surabaya

“Investigasi tersebut untuk menyelidiki kecerobohan ataupun kemungkinan adanya konspirasi terkait perobohan itu,” lanjut Awey.

Politisi partai Nasdem ini memandang, pengusutan harus dilakukan karena bangunan itu punya nilai budaya dan bersejarah yang bisa diwariskan sampai anak cucu.

“Kalau dengan sengaja merobohkan dengan melanggar aturan, ya itu tidak beradab,” tegasnya.

Ia juga menuding kinerja pengawasan terhadap bangunan cagar budaya oleh Pemkot Surabaya tidak serius. Buktinya, bangunan cagar budaya rumah eks radio perjuangan itu dirobohkan tanpa diketahui Tim Cagar Budaya Pemkot Surabaya.

“Sudah tahu atau tidak, saya tidak bisa menuduh. Tapi fungsi pengawasan di dinas pariwisata tidak berjalan. Sampai dirobohkan kok tidak tahu,” terangnya.

Sementara anggota Komisi C Riswanto menilai, pelabelan BCB tanpa akuisisi dan perawatan serius dari Pemkot Surabaya, juga akan merugikan pemiliknya. Selain tidak berpihak kepada pemiliknya, pelabelan status BCB itu bahkan terkesan merampas hak pribadi warga.

Menurutnya, pemberian label cagar budaya itu sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib pemiliknya yang secara otomatis tidak bisa berbuat apa-apa. Artinya, jelas Riswanto, hal ini sama dengan merampas hak pribadi seseorang.

“Karena pemkot tidak punya solusi ketika pemilik bangunan cagar budaya terhimpit ekonomi, dan ingin memanfaatkan atau menjual bangunan miliknya,” tegas Riswanto.

Beberapa Bangunan Cagar Budaya yang ada di Surabaya

Disisi lain, Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri meminta pemkot melalui dinas terkait menjatuhkan sanksi tegas bagi pelaku pembongkaran BCB Rumah Radio Perjuangan Bung Tomo di Jalan Mawar nomor 10.

Sanksi tegas itu, sebut Syaifuddin, harus dijatuhkan ke pelaku pembongkaran, karena aturannya sudah jelas. Yakni, pasal 105 UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang menyatakan, setiap orang yang dengan sengaja merusak cagar budaya dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun, dan paling lama 15 tahun. Atau denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Catatan anggota dewan, jelas Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin, bukan kali ini saja Disbudpar kecolongan dalam pengawasan bangunan bersejarah di Kota Surabaya. Seperti penggusuran Stasiun Semut, dan Sinagoge di Jalan Kayon 4-6.

Padahal, tambah dia, pasal 99 ayat 1 UU 11/2010 menyebutkan, pemerintah pusat atau pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pengawasan pelestarian cagar budaya sesuai kewenangannya.

“Kalau masih saja kecolongan kan aneh. Ada apa ini?” ucapnya.

Bahkan Syaifuddin mengaku heran, karena Disbudpar telah mengeluarkan surat rekomendasi renovasi, bahkan kini juga sudah dikeluarkan IMB.

“Yang saya pertanyakan, apakah mereka juga sudah menjamin akan bisa mengembalikan bentuk bangunan cagar budaya sesuai aslinya,” tandasnya.

Kepala Disbudpar Kota Surabaya Wiwiek Widayati merunut awal kejadian pembongkaran BCB bekas markas radio penyiaran pemberontakan oleh Bung Tomo. Pihaknya  menerima surat permohonan izin renovasi bangunan pada 26 Februari 2016, dan pada 14 Maret 2016 Disbudpar mengeluarkan izin rekomendasi.

“Kami baru tahu kalau bangunan sudah rata dengan tanah pada 3 Mei. Sebelumnya memang tidak ada pengecekan di lapangan,” aku Wiwiek. (EP)

Related Articles

Keluarga Pencak Silat Nusantara Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara di Surabaya mendukung pasangan Cawali Surabaya Mahfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Mujiaman. Dukungan...

Daihatsu Perluas Edukasi Program Penyu Untuk Indonesia

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus membuktikan komitmen dan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), yang salah satunya...

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Stay Connected

20,752FansSuka
2,380PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Keluarga Pencak Silat Nusantara Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara di Surabaya mendukung pasangan Cawali Surabaya Mahfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Mujiaman. Dukungan...

Daihatsu Perluas Edukasi Program Penyu Untuk Indonesia

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus membuktikan komitmen dan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), yang salah satunya...

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...