0.9 C
New York
Minggu, Januari 10, 2021

Buy now

Mobil Dinas Dilarang Dipakai Untuk Lebaran




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengeluarkan surat edaran tentang larangan bagi mobil dinas digunakan untuk mudik lebaran menyusul adanya edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang penggunaan kendaraan dinas.

Mobil dinas akan dikandangkan selama Lebaran
“Setelah KPK mengeluarkan larangan bagi seluruh mobil dinas, kami ikut KPK. Kalau provinsi lain tidak melarang, itu terserah provinsi lain,” tutur Soekarwo.

Menurut PakDe sapaan akrab Gubernur, penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi (lebaran) dikhawatirkan masuk pertimbangan hukum korupsi khususnya pasal gratifikasi karena menggunakan aset saat tidak berdinas.

“Larangan ini hanya berlaku untuk kendaraan dinas Pemprov, sedangkan untuk kabupaten/kota silakan kepala daerahnya yang mengeluarkan kebijakan masing-masing,” katanya.

Pakde Karwo mengaku sempat akan memperbolehkan penggunaan kendaraan dinas karena ada kebijakan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi. Namun kemudian keputusan tidak jadi dilaksanakan karena ada edaran dari KPK.

“Seluruh mobil dinas milik pemerintah Jawa Timur nantinya akan diparkir di kantor masing-masing selama libur lebaran,” ujarnya.

Terkait dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur mengenai pelarangan penggunaan mobil dinas pada saat lebaran ini, Komisi A DPRD Jawa Timur meminta dan mengimbau kepada seluruh pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah provinsi agar mematuhi peraturan tersebut.

Seperti dikemukakan Ketua Komisi A DPRD Jatim, Freddy Poernomo mengatakan pelarangan tersebut merupakan peraturan yang wajib diikuti oleh pejabat dan PNS sehingga jika dilanggar maka aturan tegas harus dilaksanakan.

“Semua ada aturannya dan yang melanggar tentu sudah tertulis sanksinya,” ujar Freddy di Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Namun demikian, secara pribadi Freddy menilai pelarangan penggunaan mobil dinas kurang tepat karena terlalu berisiko jika ditinggal.

“Saya pribadi, seharusnya tidak apa-apa mobil dinas digunakan untuk mudik. Sebab kalau ditinggal bisa rawan rusak mesinnya. Kalau sampai rusak biaya yang dikeluarkan tentu lebih mahal,” katanya. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles