Musim Hujan, PMK Tetap Waspadai Kejadian Kebakaran

*Pemkot Naikkan Anggaran Sosialisasi Jadi Rp 3 M

SURABAYA Memasuki musim hujan, Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Surabaya tetap mewaspadai adanya kebakaran. Untuk itu PMK mengoptimalkan sosialisasi kewaspadaan kebaran ke masyarakat.

Sosialisasi tersebut diarahkan terutama untuk warga yang tinggal di pemukiman padat penduduk. Tahun ini anggaran untuk sosialisasi di setiap kelurahan itu dianggarkan dana Rp 1 miliar.

Chandra Oeratmangun

Kepala Dinas Kebakaran Candra Oeratmangun mengatakan, banyak warga yang justru lengah dengan bahaya konsleting listrik saat musim hijan. Padahal, sebaliknya, potensi kebakaran dari konsleting listri saat musim hujan justru sangat mungkin terjadi.

“Oleh sebab itu, kita mendekatkan diri untuk sosialisasi ke warga. Agar masyarakat itu tahu bahayanya dan bagaimana cara preventifnya,” kata Candra Oeratmangun, kemarin. (6/13/15)

Lebih lanjut, sosialisasi ini dilakukan serupa dengan pelatihan. Sebab kegiatan dilangsungkan selama tiga hari penuh dengan total peserta sebanyak 35 peserta di setiap kelurahan. Salah satu materi yang disampaikan adalah memberi edukasi tentang perlindungan utilitas yang mengandung listrik di rumah. Seperti kabel kabel yang ada di atas plafon rumah.

Dijelaskan Candra saat musim hujan, PLN biasanya melakukan pemadaman listrik. Itu terjadi karena ada kerusakan pada trafo PLN. Setelah trafo diperbaiki maka listrik kembali mengalir.

Nah, untuk instalasi listrik yang kurang bagus dan kurang perawatan seperti di atas genteng, ketika listrik dinyalakan biasanya terjadi konsletingg. Konsleting bisa dipicu dari terkenanya kabel tersebut tetesan air dari genteng. Yang akhirnya bisa menimbulkan kebakaran.

“Nah, kita memang optimalisasi di sana agar penanganan kebakaran itu tidak setelah terjadi kebakaran, tapi pencegahan dan antisipasi,” katanya.

Candra menyatakan anggaran tahun ini memang dialokasikan sebesar Rp 1 miliar. Sedangkan tahun depan anggaran tersebut akan dinaikkan menjadi Rp 3 miliar. Anggaran tersebut selain untuk sosialisasi jugga dipergunakan untuk membangun sumur untuk pemadaman kebakaran dan pelatihan.

Wanita berkacamata ini menyebutkan, untuk perangkat oemadaman sendiri saat ini ia katakana sudah siap. Tahun ini pun Dinas Kebakaran juga menambah 65 sumur air tampungan. Sehingga total di Surabaya ada 300 sumur tampungan air. Nah, dengan tambahan dana Rp 2 miliar untuk tahun 2016, direncanakan akan ditambah 15 sumur lagi.

“Kapasitas setiap sumurnya adalah seribu liter. Sedangkan untuk pembangunan satu sumurnya nilainya Rp 50 miliar,” punggkas Candra.

Kepala Bidang Pembinaan Operasional Dinas Kebakaran Bambang Vistadi berpesan agar warga Surabaya tatap waspada kebakaran di musim hujan. Terutama tidak meninggalkan rumah dalam keadalaan alat elektornik menyala.

“Itu yang biasanya berpotensi konslet saat musim hujan. Kabel juga jangan dibbiarkan terbuka. Begitu kena air bisa langsung menjalar,” pungkasnya. (KS1/RED)

Tags: ,

Leave a Reply