6.1 C
New York
Sabtu, Desember 3, 2022

Buy now

Nelayan Pantai Kenjeran Akan Dapat Program Penataan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Pada nelayan di pantai Kenjeran bakal mendapatkan program pembinaan. Hal itu seiring dengan rencana pembangunan wisata bahari di Pantai Kenjeran yang digalakkan pemkot Surabaya.

Pembangunan iti juga dijanjijan tidak akan menggusur keberadaan nelayan. Justru kampung nelayan disana yang terdiri dari 1126 nelayan akan diberdayaan lewat program penataan. Ada lima tahapan program yang akan dilakukan pemkot pada tahun 2016 mendatang.

Kapal nelayan Kenjeran saat sandar di Pantai Kenjeran
Hal itu disampaikan oleh Camat Bulak Suprayitno. Pihaknya menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2016 mendatang, Bappeko sudah memasukkan sejumlah program untuk kampung nelayan.

“Disana akan dibangunkan tanggul pemecah ombak di depan kampung, lalau juga akan dibangunkan penjemur ikan dan juga pengolahan hasil laut,” tutur Suprayitno, Rabu (18/11/15)

Tercatat nelayan di Kenjeran ada 1126 orang. Akan tetapi dari jumlah tersebut tidak semua nelayan memiliki perahu sendiri. Melainkan ada yang hanya buruh nelayan saja.

Mereka akan dirangkul oleh pemkot untuk mendapatkan program pemberdayaan. Tujuannya dengan berkembangnya wisata nilai nilai budaya asli dari Kenjeran tidak akan hilang.

Lebih lanjut dikatakan Suprayitno, tahun depan jalan di kampung nelayan juga akan diperbaiki. Jalan sepanjang 400 meter yang ada di sisi barat sentra ikan bulak itu juga akan diperbaiki untuk mempermudah akses jalan ke kampung nelayan.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur jembatan kenjeran sudah banyaj berprogres. Saat ini progres jembatan kenjeran sudah 75 persen. Secara fisik jembatan sudah tersambung. Bentangan tengah juga sudah jadi. Saat ini bahkan konstruksi jembatan yang menelan dana sebesar Rp 209 miliar ini sudah masuk tahap pengaspalan.

“Sudah diaspal, sudah separuh yang sudah aspal oleh pihak kontraktornya. Tapi meski begitu banyak yang masih kurang. Salah satunya adalah pembatas tepi jembatan kanan kiri, penataan lajur, jaringan listrik, dan juga air mancur,” katanya. Akan tetapi pihaknya optimis jembatan kenjeran tidak akan molor dan rampung akhir 2015 mendatang.

Di sisi lain Lurah Bulak Cumpat Suradiyatno menyatakan yang kini sedang dkeluhkan oleh para nelayan adalah pemasaran untuk hasil laut yang mereka peroleh. Bahkan lantaran kesulitan, mereka terpaksas menjual produk mereka ke daerah lain.

“Sebenarnya hasil laut mereka itu banyak, mulai dari ikan kerapu, kakap merah, dan cumi-cumi. Biasanya diolah menjadi ikan asin, tapi belakangan ini mati suri karena nggak bisa memasarkan, jadi dijual mentah ke daerah lain,” katanya. (KS1/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,591PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles