OJK Beri Edukasi Keuangan Bagi Penyandang Disabilitas

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan itu dilangsungkan agar para penyandng disabilitas mendapatkan layanan yang sama dilembaga keungan.

suasana jumpa pers disela sosialisasi


Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono, mengatakan kegiatan sosialisasi ditujukan memberikan pengetahuan tentang keuangan kepada penyandang disable untuk bisa mengatur keuangan dengan baik.

“Sosialisasi serta pelatihan literasi keuangan bagi insan disabilitas di wilayah Jatim. Ini diadakan bertujuan meningkatkan kehidupan penyandang disabilitas dan keluarganya menjadi lebih baik,” kata Kusumaningtuti S Soetiono, disela kegiatan di Sheraton, Surabaya, Senin (27/4/2015).

Disebutkan, kegiatan itu merupakan tidak lanjut dari program yang telah dilaksanakan pada tahun 2014. Dengan target sasaran para penyandang disabilitas dapat melek keuangan dan akhirnya dapat meningkatkan literasi keuangan.

“Sesuai hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilaksanakan OJK pada semester I/2013, hanya 21,84 persen penduduk Indonesia yang tergolong well literate,” urainya.

Disatu sisi indeks literasi penduduk yang tidak mengenyam pendidikan sebesar 16,3 persen. Dan indeks literasi penduduk dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi sebesar 56,4 persen.

Sekretaris Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya, Slamet Tohari, menyatakan dari 94 persen penyandang disabilitas tidak mencatat keuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Berikutnya, hanya 6 persen di antara mereka yang memiliki catatan dengan baik atas keuangan sehari-hari. “Kondisi itu memperlihatkan bahwa perencanaan dan pengaturan keuangan penyandang disabilitas belum terencana dengan baik,” katanya.

Berdasarkan survei terhadap 210 orang penyandang disabilitas terungkap 50 persen dari mereka tidak memiliki tabungan. Dan 48,98 persen mempunyai tabungan.
Sementara, dari mereka yang menabung sebanyak 70,45 persen tidak pernah menabung di jasa keuangan dan 29,55 persen sisanya menyatakan mereka pernah menabung. (red)

Leave a Reply