11 C
New York
Kamis, November 26, 2020

Buy now

OJK Keluarkan 35 Kebijakan Untuk Perbaiki Kondisi Ekonomi




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kondisi industri keuangan ke depan, akan semakin berat dan penuh dengan tantangan, baik yang datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Hal ini terkait dengan kondisi ekonomi eropa dan krisis yang terjadi di beberapa negara eropa termasuk Yunani yang masih belum menunjukan arah perbaikan.

Disisi lain, kondisi perekonomian di dalam negeri sendiri masih belum stabil. Ini tercermin dari kondisi pasar di bursa saham yang masih terkoreksi, kondisi nilai tukar yang masih belum stabil dan di atas Rp13.400, serta perkembangan kondisi perbankan kita yang masih rendah dan berada di bawah target awal tahun.

Dikemukakan Kepala Regional 3 OJK Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Sukamto, dalam rangka menciptakan stimulus bagi pertumbuhan perekonomian nasional, OJK membuat 35 kebijakan yang terdiri dari 12 kebijakan di sektor Perbankan, 15 kebijakan di sektor pasar modal, 4 kebijakan di industri keuangan non bank dan 4 kebijakan di bidang edukasi dan perlindungan konsumen.

”Beberapa kebijakan tersebut antara lain, di sektor perbankan adalah penyesuaian bobot risiko untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) ditetapkan sebesar 75% dalam perhitungan ATMR untuk risiko kredit,” terangnya dalam acara Halal Bihalal OJK di ShangriLa Hotel Surabaya, Selasa (4/8/2015).

Selain itu juga penurunan bobot risiko kredit beragunan rumah tinggal non program pemerintah ditetapkan sebesar 35%, tanpa mempertimbangkan nilai Loan To Value (LTV) dalam perhitungan ATMR untuk risiko kredit, dan lain sebagainya.

Sementara di sektor pasar modal menurut Sukamto, pengembangan infrastruktur pasar REPO dan pengembangan UKM untuk Go Public, penggunaan Bank Sentral untuk Penyelesaian Transaksi, serta pengembangan obligasi Daerah.

Di sektor IKNB kebijakan yang dikeluarkan antara lain relaksasi kebijakan non performing finance (NPF) perusahaan pembiayaan, pengembangan asuransi pertanian dan lain sebagainya. Sementara di bidang edukasi dan perlindungan konsumen adalah kebijakan peningkatan budaya menabung, edukasi dan akses keuangan UMKM, pemberdayaan konsumen dan pencegahan penghimpunan dana/ investasi tanpa izin.

”Dengan dikeluarkannya kebiijakan ini, kami yakinan bahwa pada semester II – 2015, pertumbuhan kredit perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank dapat terjaga dengan baik dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang ditetapkan,” lanjut Sukamto.

Oleh karena itu, ditegaskan Sukamto, ke depannya diperlukan kreatifitas dan inovasi, agar kita semua mampu bertahan, maju dan terus berkembang.

”Dan yang tidak kalah penting adalah menjaga dan menumbuhkan kebersamaan, karena saya yakin dan percaya dengan menjaga rasa kebersamaan, maka kita akan mampu menghadapi tantangan yang ada dengan lebih baik,” jelasnya.

Untuk itu semua, Sukamto menghimbau agar peningkatan rasa kebersamaan serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari masing-masing lembaga, sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Jawa Timur yang lebih baik lagi pada semester II – 2015. (Edmen Paulus)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,454PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...