OJK, KKP dan IKNB Perluas Program Jaring

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Industri Perbankan serta Industri Keuangan Non Bank (IKNB) terus memperluas program Jaring (Jangkau, Sinergi, dan Guideline). Tujuannya untuk semakin meningkatkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan dengan menggelar acara kelanjutan program Jaring di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang Jawa Timur.

Program Jaring sebelumnya diresmikan Wapres Jusuf Kalla pada 11Mei 2015 di Pantai Bodia Takalar Sulawesi Selatan yang bertujuan mendukung Program Nawacita dengan target utama meningkatkan kredit dan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan serta mendorong perluasan akses masyarakat di sektor kelautan dan perikanan ke layanan jasa keuangan.

Acara kegiatan Program Jaring dengan tema “Akselerasi Pembiayaan ke Sektor Kelautan dan Perikanan Melalui Perluasan Akses ke Lembaga Jasa Keuangan” ini dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, para Direksi Bank Partner Program Jaring, Direksi Perum Jamkrindodan Direksi PT Jamkrida Jawa Timur, serta pejabat PLN.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan perkembangan Program Jaring berjalan sesuai yang direncanakan dengan berhasil mendorong pemahaman pelaku jasa keuangan terhadap bisnis di sektor kelautan dan perikanan sehingga kredit perbankan dan pembiayaan ke sektor ini terus meningkat.

“Jumlah bank yang mengikuti Program Jaring sejak diluncurkan Mei lalu telah bertambah lima menjadi 13 bank. Ini pertanda positif terhadap berjalannya Program Jaring ke depan sesuai dengan cita-cita Pemerintah,” kata Muliaman D Hadad.

Pada tahap awal terdapat 8 (delapan) bank partner Program Jaring yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN), PT Bank Danamon Indonesia, Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Bukopin, Tbk dan PT BPD Sulselbar.

Sedangkan 5 (lima) bank yang menyusul menjadi bank partner Jaring adalah PT Bank Central Asia (BCA), Tbk, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank Sinarmas, Tbk dan PT BPD Jawa Timur, Tbk.

Selain dari perbankan, partner Program Jaring adalah industri keuangan non bank (IKNB) melalui Konsorsium Perusahaan Pembiayaan, Asuransi Jiwa, Asuransi Umum dan Penjaminan.

Realisasi penyaluran kredit baru (gross) ke sektor KP oleh Bank Partner sampai dengan akhir September 2015 telah mencapai Rp4,41 triliun atau 82,09% dari target agregat 8 Bank Partner sebesar Rp5,37 triliun.

Beberapa bank yang telah mencapai dan melebihi target penyaluran kredit gross adalah BRI, BTPN, dan BPD Sulselbar.Pembiayaan untuk sektor KP dari Konsorsium Perusahaan Pembiayaan mencapai Rp252 miliar sampai denganOktober 2015.

Dari awal tahun hingga November 2015, Jamkrindo sebagai penjamin KUR dan UMKM sektor kelautan dan perikanan telah merealisasikan penjaminan untuk kredit dengan total plafon Rp81,96 miliar secara nasional.

Berdasarkan data OJK, hingga 30 September 2015, total kredit kelautan dan perikanan mencapai Rp20,19 triliun atau tumbuh 12,40% (year-to-date sejak 1 Januari 2015) atau tumbuh 22,94% dibanding 30 September 2014 (yoy).

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari pembiayaan di sektorer maritim yang tumbuh 9,48% di tahun 2015 (ytd). Pertumbuhan kredit kelautan dan perikanan telah melebihi laju kredit seluruh industri yang tumbuh 11,09% (yoy) hingga 30 September 2015.

Selain itu rasio Non-performing Loan (NPL/kredit bermasalah) sektor kelautan dan perikanan mengalami penurunan yang signifikan dalam 4 tahun terakhir menjadi sebesar 2,13% per 30 September 2015, juga lebih rendah dibandingkan dengan NPL seluruh industri yang mencapai 2,76%.

Indikator penurunan NPL tersebut mencerminkan kinerja sektor yang semakin baik untuk menjawab tantangan persepsi kurang positif bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki risiko yang sangat tinggi.

Dalam rangka akselerasi akses keuangan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, dalam kegiatan di Sendangbiru terdapat 5 bank partner yang meluncurkan Kartu JARING secara perdana.

Kartu JARING merupakan produk yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat sektor kelautan dan perikanan.Kartu JARING diharapkan dapat mendukung tumbuh kembangnya budaya menabung dan mencatat transaksi pelaku usaha sektor dimaksud.

Di masa yang akan datang, informasi nasabah serta volume dan nominal transaksi keuangan para pelaku usaha di seluruh TPI di wilayah Indonesia secara elektronis akan terekam melalui Kartu JARING.

Peluncuran Kartu JARING oleh BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Sinarmas dan Bank Jatim merupakan bukti nyata komitmen dan kesungguhan bank partner dalam mengembangkan dan menyediakan produk-produk inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kelautan dan perikanan dalam melakukan kegiatan ekonominya. (KS/RED)

Tags: 

Leave a Reply